orang merokok

Alasan Kebijakan Diskriminatif Pemerintah Australia Terhadap Rokok

Sudah bukan rahasia lagi jika Australia kerap dijadikan sebagai percontohan dalam penerapan kebijakan pembatasan rokok, terutama kebijakan Plain Packaging yang dianggap berhasil mengurangi konsumsi rokok.

Aturan tersebut meski melanggar kebijakan dagang internasional dan sedang digugat di World Trade Organization (WTO), nyatanya hendak diadopsi di negara-negara lain.

rokok

Keberhasilan Australia tidak bisa dipungkiri karena negara itu bukanlah produsen rokok dan tidak memiliki potensi di dalam bisnis tembakau. Hal itu pula yang menyebabkan mereka membuat kebijakan diskriminatif terhadap rokok. Hal demikian tidak mereka terapkan terhadap produk minuman keras semacam ‘wine’, yang mana mereka memang punya andil dalam bidang produksinya.

rokok

Di Australia, untuk mendapatkan rokok, seorang penduduk harus merogoh kocek 17 dolar Australia atau setara Rp100 ribu. Meskipun terlihat mahal bila dibandingkan dengan harga di Indonesia, tetapi itu bukanlah harga yang berarti bagi penduduk Australia bila dibandingkan tingkat pendapatan mereka.

Sedangkan di minimarket, rokok tidak terpajang secara terbuka, namun ditaruh dilaci tertutup. Pembeli hanya menyebut rokok paling murah saja, dengan isi semacam undian. Rokoknya pun dibungkus dengan kemasan coklat kelam, tanpa logo perusahaan, dan di bagian depan menampilkan gambar bahaya merokok yang menakutkan.

Tak hanya pada rokoknya, untuk para perokoknya pun demikian juga. Para perokok disingkirkan di sudut-sudut ruangan yang menyiksa. Bahkan ketika menyakan letak ruangan merokok di area publik, pihak keamanan Australia terlihat sinis kepada perokok.

rokok

Di Australia, kebijakan ketat terhadap rokok, sebenarnya disebabkan oleh satu hal, rokok sama sekali tidak menambah pendapatan bagi negara. Tentu akan berbeda jika di Australia terdapat banyak ladang-ladang tembakau yang ikut menopang ekonomi warganya. Barangkali rokok akan mendapatkan perlindungan seperti perlindungan mereka terhadap wine yang mendatangkan pendapatan bagi negara dan membuat warganegaranya mendapatkan penghasilan.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Category : Artikel