Amerika Serikat Belum Gunakan Peringatan Bergambar Pada Bungkus Rokok

Amerika serikat adalah salah satu negara yang telah menandatangani Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC). Namun, dalam pelaksanaan soal regulasi, Amerika Serikat yang selama ini disebut sebagai negara dengan pengendalian tembakau terbaik nyatanya belum menggunakan peringatan bergambar di bungkus rokok.

Negara paman sam ini memang dikenal sebagai salah satu negara yang galak tentang rokok. Bahkan, Amerika Serikat ini menjadi negara pertama yang mengeluarkan Undang-undang terkait untuk menampilkan peringatan bergambar di bungkus rokok. Namun, Undang-undang itu digugat dan kemudian dimenangkan karena bertentangan dengan kebebebasan berekspresi yang dijamin oleh Konstitusi amandemen pertama Amerika Serikat.

Dalam putusan, disebut kalau upaya peningkatan kesadaran publik terkait rokok bisa dilakukan tanpa harus menggunakan peringatan bergambar yang berpotensi mengekang kebebasan berekspresi masyarakat. Dengan kekalahan ini, jadilah Amerika Serikat sebagai negara penggagas peringatan bergambar di bungkus rokok yang tidak menjalankan gagasan tersebut.

Kini FDA kembali mengajukan proposal penggunaan peringatan bergambar di bungkus rokok kepada pemerintah AS. Lembaga ini mengusulkan 13 gambar peringatan baru yang akan muncul di semua rokok. Gambar tersebut di antaranya adalah kanker paru-paru, tumor leher, kanker tenggorokan, dan jari kaki yang diamputasi.

Gambar itu akan memenuni setengah dari bagian depan bungkus rokok. Selain gambar, terdapat juga teks “Merokok Menyebabkan kanker otak dan leher”. Gambar peringatan itu akan muncul juga di iklan produk rokok.

Terkait hal ini, para produsen rokok menilai penggunaan peringatan bergambar hanya akan mengekang kebebasan berekspresi masyarakat. Harusnya, upaya meningkatkan kesadaran mereka dilakukan dengan cara-cara yang lebih baik. Toh kampanye tentang rokok selama ini juga telah menekan angka konsumsi di Amerika Serikat.

Akankah tawaran penggunaan peringatan bergambar di bungkus rokok ini bisa diterima oleh pemerintah dan publik AS? Atau nantinya tawaran penggunaan peringatan bergambar di bungkus rokok hanya akan mengulang peristiwa yang lalu, dimana pengadilan memutus untuk tidak diterapkan? Apapun itu, yang pasti hingga saat ini di Amerika Serikat masih belum menggunakan peringatan bergambar di bungkus rokoknya. Jadi antirokok Indonesia tidak perlu mengagung-agungkan mereka ya.

Category : Kabar
Tags :