tembakau

Anggota DPRD Pamekasan Dorong Hubungan Harmonis Antara Petani Tembakau dan Pabrikan

Anggota DPRD Pamekasan, HM Suli Faris mengungkapkan jika petani tembakau dan pabrikan rokok memiliki kedudukan yang sama. Jadi, harusnya keduanya saling memberikan keuntungan satu sama lain, terutama ketika musim panen tembakau seperti sekarang. Hal ini Ia ungkapkan karena dalam beberapa tahun terakhir terjadi komunikasi yang kurang baik antara petani tembakau dan pabrikan.

“Saat ini beberapa pabrik rokok sudah siap melakukan pembelian tembakau pada tahun ini, salah satunya Gudang Garam yang sudah melakukan tasyakuran dan menunggu volume panen tembakau petani. Termasuk juga Djarum dan pabrikan lainnya,” kata MH Suli Faris seperti dilansir dari beritajatim.com, Selasa (30/7/2019).

rokok

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir ini pabrikan kerap berlaku semena-mena seperti raja dan merugikan petani. Pada beberapa kasus, pabrikan dinilainya kurang arif dalam mengihitung biaya produksi para petani, sehingga harga beli yang dikeluarkan tidak sesuai dengan harapan petani.

“Seperti kita ketahui selama ini pabrikan punya modal dan uang, tetapi mereka tidak punya lahan dan lahan itu milik petani. Sehingga pabrikan dan petani itu semestinya berstatus kemitraan, dalam artian pabrikan untung dan petani juga untung,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pamekasan bisa segera melakukan koordinasi dengan pihak pabrikan yang tersebar di wilayah tersebut. Tentu saja, hal ini diperlukan segera agar pembahasan berbagai kebijakan terkait bisa selesai sebelum musim panen tembakau berakhir.

Terakhir, Ia meminta Pemkab Pamekasan agar terus mendorong pabrikan supaya ingat jika posisi mereka dengan petani tembakau itu setara. Saling membutuhkan satu sama lainnya. Jika hal tersebut bisa terbangun, keduanya bisa menjalin hubungan harmonis, dan perkara-perkara di sektor ini bisa segera terselesaikan.

rokok

“Apalagi kami mendapat informasi, ada satu pabrikan yang hanya akan membeli 400 ton tembakau. Jika itu benar, justru sangat tidak arif. Apalagi pabrikan itu merupakan salah satu yang terbesar, kalau itu benar tentu menjadi pertanyaan tembakau mana yang akan mereka pakai. Sehingga dengan adanya informasi itu, bupati harus berani menekan agar pabrikan di Pamekasan membeli tembakau sesuai dengan volume yang pantas,” tegasnya.

Category : Kabar
Tags :