Orang Merokok

ANTARA PEKERJAAN DAN ORANG MEROKOK

Ada-ada saja penelitian yang dilakukan oleh Stanford Universty demi memojokkan orang merokok. Baru-baru ini mereka mempublikasikan sebuah penelitian yang dimuat di jurnal AS JAMA Internal Medicine. Penelitian yang dilakukan itu mencoba mengaitkan bahwa orang merokok lebih sulit mencari pekerjaan dengan metode penelitian survei, studi kasus di Amerika Serikat.

Orang Merokok

Supaya penelitian terkesan ilmiah mereka mencari 131 perokok yang sedang menganggur dan 120 orang yang bukan perokok yang sedang menganggur pula. Survei dilakukan per semester.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa dalam 12 bulan, hanya 27 persen perokok yang mendapatkan pekerjaan dibanding 56 persen orang yang tidak merokok. Hasil penelitian ini juga menyimpulkan bahwa para perokok mendapatkan penghasilkan per jam rata-rata lima dollar lebih sedikit.

Orang Merokok

Dijelaskan dalam penelitian itu dalam publikasi tersebut bahwa orang-orang merokok memiliki faktor ketidakberuntungan finansial.

Dan penelitian yang sifatnya survei ini seolah dibuat-buat karena tidak diteliti lagi faktor yang lebih dominan dari orang-orang yang merokok tersebut. Sayangnya, berita atas penelitian ini disalin ulang oleh berbagai media di Indonesia. Seolah menegaskan bahwa kejadian di Amerika Serikat yang sifatnya parsial itu juga berlaku di Indonesia. Padahal ada struktur pekerjaan yang berbeda dengan kondisi di Indonesia yang mana kerap sekali berbenturan dengan rokok.

Untuk pekerjaan juga, ada perpektif yang keliru dari penelitian tersebut. Karena pekerjaan dipandang sebagai sesuatu yang formal.

Rokok

Lalu, bagaimana dengan nasib petani, nelayan, atau abang becak? Apakah mereka bisa dikatakan tidak bekerja? Dan cobalah bertanya kepada beberapa orang dari mereka, apakah yang terjadi bila mereka tidak merokok sembari bekerja atau mengisi waktu-waktu senggang. Saya mencoba, dan jawaban berdasarkan dari survei yang saya lakukan, 9 dari 10 orang mengatakan tidak bisa bekerja sebelum merokok.

Foto oleh : Eko Susanto