orang merokok

APACT, Agenda Membunuh Industri Hasil Tembakau Indonesia

Pada 13-15 September 2018 mendatang, Konferensi Internasional Pengendalian Tembakau (Asia Pacific Conference on Tobacco or Health / APACT ) ke 12 akan digelar di Hilton Resort, Nusa Dua, Bali.

Konferensi yang akan banyak dihadiri oleh LSM asing ini punya agenda penting untuk membahas isu-isu strategis gerakan pengendalian tembakau di Indonesia.

rokok

Gerakan pengendalian tembakau ini secara kasat mata terlihat sebagai sebuah gerakan strategis yang bagus, namun tanpa banyak disadari oleh banyak orang, gerakan ini merupakan gerakan yang sangat berbahaya, sebab tujuan utama gerakan pengendalian tembakau adalah mematikan industri hasil tembakau.

Tujuan tersebut tentu saja merupakan pukulan yang sangat telak bagi keberlangsungan kegiatan ekonomi Indonesia. Sebab, seperti diketahui, Indonesia merupakan negara dengan banyak petani tembakau.

Di Indonesia, tembakau merupakan komoditi strategis yang menjadi bagian dari ekonomi rakyat. Industri hasil tembakau di Indonesia menyerap banyak tenaga kerja. Dari mulai petani (baik tembakau maupun cengkeh) pekerja pabrik rokok, sampai yang paling jauh, penjaja dan pedagang rokok.

petani cengkeh

petani tembakau

Tercatat, ada lebih dari 30 juta orang yang menggantungkan pekerjaannya dari industri hasil termbakau dari hulu sampai hilir.

Tak hanya dari sisi pekerja, industri hasil tembakau juga menyumbangkan banyak pemasukan bagi negara melalui cukai. Melalui cukai, industri hasil tembakau menyumbang sekitar 149 triliun per tahun, angka itu setara dengan 8,9 persen APBN.

orang merokok

Tak heran jika banyak orang-orang yang bergiat dengan tembakau menolak keras agenda APACT ini.

APACT dianggap sebagai entitas yang punya pengaruh buruk bagi keberlangsungan industri hasil tembakau nasional yang dikenal kuat dan mandiri di Indonesia selama bertahun-tahun.