harga rokok

Apakah Orang Akan Berhenti Merokok Karena Harga Rokok Mahal?

Ketika pemerintah akhirnya memutuskan kenaikan tarif cukai secara signifikan, ada orang-orang yang kemudian bersorak. Mereka senang harga rokok akan mahal, dan ini berdampak baik pada isu kesehatan, katanya. Soalnya, orang-orang bakal berhenti merokok seiring naiknya harga rokok, atau setidaknya begitu sih harapan mereka.

Secara sederhana, mungkin orang-orang bakal beranggapan selama harga rokok mahal perokok bakal berhenti beli. Hingga pada akhirnya, mereka akan berhenti merokok karena tak lagi mampu membeli. Padahal ya, kenyataan tidak bakal berjalan seperti itu.

Sekadar mengingatkan, setiap tahun harga rokok memang selalu naik. Bahkan ketika tarif cukai tidak naik tahun lalu, harga rokok ya tetap naik. Sekarang pas cukai naik tinggi, ya harga rokok makin tinggi juga naiknya. Lalu, apakah ada dampak signifikan terhadap berkurangnya jumlah perokok? Sepertinya tidak.

Tentu kenaikan tarif cukai dan harga rokok akan berdampak langsung pada konsumen. Mereka tentu harus berpikir ulang terkait uang yang harus dikeluarkan guna membeli rokok. Se-sultan apa pun perokok, mereka pasti bakal mikir ulang ketika harus beli rokok dengan harga yang meningkat drastis. Jadi jangan ditanya dampak pada perokok sobat miskin, tentu saja sangat berdampak.

Meski begitu, dampak yang dirasakan mereka tidak akan serta merta membuat mereka jadi berhenti merokok. Perokok sultan sih mungkin bakal aman-aman saja untuk tetap beli rokok premium. Namun, kalau yang perokok proletar, kok bisa-bisanya mereka tidak berhenti merokok?

Begini, namanya juga perokok, menghadapi persoalan semacam ini kreativitas menjadi kunci untuk menemukan jalan keluar. Kalau memang tidak mampu bertahan beli rokok premium, ya tinggal turun kasta saja. Kalau sebelumnya isap Djarum MLD, ya sekarang isap Aroma Bold saja. Terjangkau dan membuat kita masih bisa sebats.

Kemudian, kalau memang merasa tidak mampu membeli rokok, ya kan tinggal beli tembakau iris serta cengkeh lalu dilinting sendiri. Toh dengan tingwe, perkara yang lebih ideologis bisa kita terapkan. Misalnya, keinginan untuk melawan perlakuan negara terhadap perokok dengan tidak membayar cukai lewat tingwe. Kan asyik juga tuh.

Jadi, setinggi apa pun harga rokok dinaikkan, orang-orang bakal tetap merokok. Saya sih nggak bilang kalau tidak ada orang yang berhenti merokok, tapi kalau pun ada ya jumlahnya tidak bakal signifikan. Namanya juga perokok, selalu bisa kreatif walau dengan perlawanan yang seirit-iritnya, sehormat-hormatnya.

Category : Kabar
Tags :