APTI Kecam “Politik Cari Muka” ala YLKI

rokok indonesia
rokok indonesia

Wisnu Brata, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mencurigai motif di balik sikap Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang hendak mengugat Menteri Sosial, Khififah Indar Parawansa yang membawa rokok kepada Tumenggung di Suku Anak Dalam Jambi.

Sebagai gambaran pada Jumat, Menteri Sosial yang datang ke Jambi membawa bantuan berupa bahan pokok dan pakian, membawa juga pesanan para Tumenggung  atau Kepala Suku yang meminta dibawakan rokok. Pemberian rokok kepada para Tumenggung ini dipersoalkan oleh YLKI, sehingga YLKI hendak menggugat Menteri Sosial. Sebelumnya, YLKI melalui Tulus Abadi juga menyebarkan siaran pers yang isinya mengecam tindakan Menteri Sosial.

Wisnu mengamati bila tindakan YLKI ini mengada-ngada, bahkan terkesan sebagai bentuk “carimuka” pada Lembaga Donor Asing.

Pada waktu yang bersamaan dari tindakan YLKI ini, Blomberg Initiative dan Bill dan Melinda Gates Foundation sedang melakukan pertemuan di Dubai untuk merancang program menggelontorkan dana triliunan rupiah dana untuk kampanye antitembakau. Lembaga donor ini pula yang memberikan dana segar bagi YLKI untuk melakukan kampanye antitembakau. Tercatat, tiga tahun lalu, Rp 5,5 miliar dana yang masuk ke YLKI dari Blomberg Initiative dan Bill dan Melinda Gates Foundation.

“Sikap YLKI itu kebablasan,” kata petani tembakau asal Temanggung itu kepada wartawan, Jumat (27/3).

Wisnu menegaskan, tidak ada yang salah bila seseorang, termasuk menteri, memberikan rokok pada pihak lain karena rokok bukan barang terlarang dan ilegal. Dia mengingatkan, di daerah tertentu saling memberikan rokok adalah bagian dari kultur masyarakat.

“Menteri Sosial ini menggunakan bahasa kultural dengan memberi rokok,” kata Wisnu.

Sumber foto: Eko Susanto di Flickr