orang merokok

Aturan Kemasan Rokok Polos Membunuh Rokok Kretek

Awal tahun selalu diwarnai dengan gelagat perang dari kelompok anti-rokok. Tahun ini, salah satu isu yang diangkat adalah tentang penerapan aturan kebijakan plain packaging pada rokok. Isu lama yang sebenarnya sudah berkali-kali didengungkan.

bungkus rokok

Kebijakan plain packaging adalah pemberlakuan bungkus rokok polos. Aturan ini sudah diterapkan di beberapa negara. Aturan kemasan rokok polos merupakan sebuah aturan yang diberlakukan oleh pemerintah terhadap perusahaan rokok yang mengharuskan warna bungkus rokok semuanya sama dari perusahaan apapun. Merek dagang hanya boleh dicantumkan dengan ukuran kecil. Bahkan merk dagang yang tadinya berupa ilustrasi dan tulisan sudah tidak boleh lagi.

Aturan ini disepakati oleh negara-negara yang tergabung dalam FCTC. Dalam Konvensi Kerangka WHO tentang Pengendalian Tembakau atau Framework Convention Tobacco Control (FCTC) terdapat sebuah poin yang mengatur tentang penerapan kemasan rokok polos (plain packaging) bagi negara-negara yang menandatanganinya.

Secara sederhana, logika kemasan rokok polos yang dikehendaki WHO adalah memperbesar gambar peringatan kesehatan dan mengecilkan merk rokok. Di beberapa negara bahkan menerapkan aturan kemasan rokok polos ini dengan full cover gambar peringatan kesehatan pada kemasannya.

rokok

Tujuan dari kebijakan kemasan rokok polos ini adalah menutup ruang gerak marketing perusahaan rokok atas produk rokok mereka. Maka biasanya penerapan kebijakan kemasan rokok polos ini dibarengi dengan pembatasan iklan dan promosi rokok.

Australia merupakan negara pertama yang memberlakukan aturan kemasan rokok polos sejak tahun 2012. Kebijakan ini kemudian diikuti oleh Irlandia dan Turki. Parlemen Inggris sudah mengesahkan peraturan pemberlakuan bungkus rokok polos ini pada tahun 2017. Dan baru-baru ini Thailand menjadi negara ASEAN pertama yang menerapkan kebijakan kemasan rokok polos di negaranya.

Indonesia sendiri memiliki kebijakan mengenai kemasan rokok. Aturan tentang bungkus rokok di Indonesia diatur melalui UU 36/2009 tentang Kesehatan pasal 114. Melalui peraturan sejak ditetapkan peraturan pelaksanaannya berupa PP 109/2012 dan Permenkes 28/2013 maka bungkus produk tembakau di Indonesia harus mencantumkan 40% peringatan kesehatan berupa gambar (pictorial health warning).

rokok

Desain visual bungkus di setiap produk kretek merupakan identitas bagi masing-masing brand kretek. Kretek berbeda dengan rokok putih yang memiliki taste yang seragam. Kretek yang diracik dengan bahan baku rupa-rupa jenis tembakau di setiap batangnya menciptakan perbedaan taste di setiap produk masing-masing brand perusahaan kretek. Sehingga perlu adanya identitas pada kemasannya.

Karena itulah, plain packaging dianggap sebagai kebijakan yang akan mematikan rokok kretek jika ia benar-benar diterapkan.