orang merokok

Aturan Penutupan Rak Rokok dengan Tirai di Minimarket Bogor Harus Direvisi

Penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kota Bogor dinilai kebablasan, aturan yang berlaku sejak November 2017 banyak menuai protes. Aturan yang sangat memberatkan tersebut adalah mewajibkan seluruh rak display toko yang memajang rokok untuk ditutup dengan tirai. Alasan utama hal tersebut karena display rokok tersebut menampilkan iklan rokok di tempat umum.

penjual rokok

Aturan ini sedikit aneh, mengingat bahwasanya toko kelontong, ritel, minimarket dan pasar tradisional yang menjual rokok jumlahnya tak sedikit. Bagaimana mau berjualan jika display, rak rokok ditutup rapat. Pembeli rokok yang sudah cukup umur, bagaimana bisa memilih dan melihat harga rokok tersebut. Belum lagi, bagaimana nasib pedagang rokok di pasar-pasar tradisional, mengingat keuntungan dan sumber rejeki terbesar mereka dari penjualan rokok. Aturan Pemkot Bogor ini sudah sangat kebablasan dan juga tidak tepat sasaran.

Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), Ismanu Soemiran, menilai aturan tersebut diskriminatif dan tumpang tindih. Menurut dia, Perda 12/2019 bermuatan unsur ketidakadilan, yakni mengambil hak asasi masyarakat melakukan perdagangan rokok. Aturan ini diskriminatif dan overllaping. Padahal kewenangan tersebut sudah diatur pemerintah pusat dalam PP 109/2012.

penjual rokok

Jelas tertulis dalam PP tersebut di pasal 50 ayat 2, yang menjelaskan: “Larangan menjual, mengiklankan, dan mempromosikan produk tembakau tidak berlaku bagi tempat yang digunakan untuk kegiatan penjualan produk tembakau di lingkungan Kawasan Tanpa Rokok.” Dari sini jelas bahwasanya, aturan yang ditetapkan dalam Perda KTR Kota Bogor melanggar hukum.

Perda KTR Kota Bogor ini bisa disebut melanggar asas lex superior derogat legi inferior, artinya peraturan yang lebih tinggi mengesampingkan yang rendah (asas hierarki) hierarki UU di Indonesia. Harusnya ketat dan kerasnya peraturan daerah tidak boleh melebihi pemerintah pusat.

rokok

Dari seluruh daerah di Indonesia, baru Pemkot Bogor saja yang menerapkan aturan ini. Beberapa toko ritel seperti, Indomaret dan Alfamart di Kota Bogor, di Stasiun Bogor, Kencana, hingga Sindang Barang Loji sudah menerapkannya. Untuk minimarket di Kabupaten Bogor sendiri masih menjual bebas rokok tanpa ditutup tirai lantaran Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor belum memberlakukannya.