orang merokok

Ekonom IPB Ingatkan Bahaya Kepentingan Asing di Industri Hasil Tembakau

Dinamika impor tembakau yang terjadi di Industri Hasil Tembakau (IHT) dapat diibaratkan sebagai 7th-phase of trickledown effect (fase ketujuh dari dampak negatif) yang harus ditanggung bangsa Indonesia akibat kebodohan politik dagang internasional yang dijalani selama ini.

petani tembakau

Pernyataan tersebut disampaikan ekonom senior Institut Pertanian Bogor (IPB), Ricky Avenzora. Menurutnya pada fase pertama dan keenam, kita semua telah membiarkan industri tembakau dihancurkan oleh isu bahaya merokok, membiarkan petani tembakau dilemahkan oleh pelaksanaan pajak progresif tembakau, membiarkan runtuhnya industri rokok, hingga membiarkan industri rokok kita diakuisisi oleh negara asing yang jadi pesaing kita.

orang merokok

Ricky menambahkan bahwa fase paling parah ialah membiarkan bangsa asing menarik rente ekonomi melalui kedok “foundation”. Pada fase ketujuh ini, pihak asing bukan saja ingin melumpuhkan para petani tembakau, melainkan juga sedang secara sistematis membunuh petani tembakau kita.

Semua itu, menurut Ricky seperti dikutip sindonews.com, merupakan tanda bahaya yang mestinya sangat mudah dipahami oleh para akademisi. Sayangnya banyak akademisi bukan saja tidak mempunyai integritas kebangsaan, namun bahkan ikut menjadi bagian kepentingan asing dalam melumpuhkan kepentingan Indonesia sembari menerima dana-dana asing.

petani tembakau

“Selama rezim pemerintah yang berjalan masih dikelilingi pada ‘mafia rente’, maka pemerintah akan selalu plintat-plintut dan tidak akan pernah menyadari semua bahaya itu,” tegasnya.

Situasi semakin runyam dengan diberlakukannya ‘global firstpolitic’ oleh Rezim Jokowi, dan menjadi lebih buruk bersamaan dengan tidak terukurnya proyeksi dan kepastian manfaat pembangunan dalam jangka menengah dan jangka panjang.

petani tembakau

Ambisi Jokowi yang meletakkan orientasi pembangunan infrastruktur secara serentak melalui skema utang dan konsesi pada dan untuk bangsa asing, tidak memberikan jaminan manfaat pembangunan dalam jangka panjang. Yang ada hanya kepastian manfaat jangka pendek bagi kontraktor dan supliernya.

“Jika dikaitkan dengan dinamika tersebut, maka petani tembakau perlu bersiap-siap untuk terpaksa menjual lahan mereka atas berbagai skenario okupasi yang sangat tidak bermoral melalui banyak pihak,” jelas Ricky.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Category : Artikel