orang merokok

Benarkah Perokok Tak Bisa Berhenti Merokok?

Beberapa waktu lalu peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik Amaliya memberi pernyataan yang secara tidak langsung mengendorse keberadaan rokok elektrik. Dalam pernyataannya, Ia menilai pelarangan rokok elektrik hanya akan membuat perokok tak bisa berhenti merokok. Padahal, menurutnya, mengisap rokok elektrik diangap lebih aman ketimbang rokok konvensional.

Pernyataan seperti ini belakangan memang sering dilontarkan oleh para pegiat ‘kesehatan’. Apalagi ketika beredar wacana pelarangan rokok elektrik, sontak mereka bergerak untuk melindungi produk tersebut. Boleh jadi, anggapan kita terhadap hubungan rokok elektrik dan dunia kesehatan memang benar-benar nyata adanya.

Namun, di luar itu semua, saya kira pernyataan bahwa perokok dewasa itu tidak bisa lepas atau berhenti merokok adalah anggapan yang keliru. Sungguh-sungguh keliru. Nyatanya, ada cukup banyak orang dewasa yang berhenti merokok, walau kemudian sebagian mereka menjadi bagian dari pihak yang membenci rokok.

Anggapan ini muncul hanya karena mitos rokok itu candu yang melulu digemborkan oleh dunia kesehatan. Padahal, yang namanya mitos ya tetap mitos. Rokok bukanlah candu, dan perokok bukan pecandu.

Kenyataan bahwa perokok tidak berketergantungan pada rokok dapat dibuktikan dengan ibadah puasa yang mereka lakukan ketika ramadan. Ketika menjalankan ibadah tersebut, perokok sanggup tidak merokok lebih dari 12 jam. Tentu kalau merokok itu menimbulkan kecanduan, mana mungkin mereka sanggup berpuasa sebegitu lamanya.

Lalu, perihal berhenti merokok, hal yang kerap dibesar-besarkan itu sebenarnya hanya perkara sederhana. Kalau memang mau berhenti merokok, ya berhenti merokok saja. Selesai. Selama memang punya komitmen dan keinginan, saya kira hal itu tidaklah sulit untuk dilakukan. Karena berhenti merokok hanyalah perkara sederhana selama itu memang hadir dari keinginan sendiri.

Beda hal ketika ada pihak-pihak yang memaksakan kehendak agar seseorang berhenti merokok. Namanya juga dipaksakan, ya bakal susah untuk dilakukan. Sama seperti cinta yang dipaksakan. Karena merokok itu adalah pilihan personal, maka berhenti merokok adalah hal yang juga personal. Kalau memang ingin berhenti merokok, silakan saja, selama punya niat orang itu pasti bisa melakukannya.

Category : Artikel
Tags :