orang merokok

Benarkah Rokok Menjadi Biang Kemiskinan?

Setahun yang lalu, Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia hingga Badan Pusat Statistik (BPS) menuduh rokok sebagai salah satu biang penyebab kemiskinan. Keduanya kompak menyebut rokok sebagai komoditi pemicu kemiskinan. PKEKK menyebut, harga rokok murah jadi penyebab kemiskinan.

rokok

BPS menyebut rokok sebagai penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras dengan kontribusi 8,08 persen terhadap garis kemiskinan di perkotaan. Sedangkan di perdesaan kontribusinya 7,68 persen.

Dalam hitungan BPS, penduduk miskin memiliki rata-rata pengeluaran per kapita di bawah garis kemiskian. Hal itu dihitung berdasarkan pengeluaran kebutuhan minimum yang disetarakan dengan 2.200 kalori per kapita per hari.

orang merokok

Tapi apakah sesimpel itu? Bukankah sejak dahulu orang sudah merokok? Dan kenapa baru sekarang argumentasi rokok sebagai penyebab kemiskinan diajukan?

Jika demikian benar adanya. Solusi memutus mata rantai kemiskinan sudah terlihat jelas. Tinggal larang saja produksi rokok. Tetapi apakah dengan demikian otomatis kemiskinan akan terhapuskan? Tentu saja tidak.

pedagang rokok

Kategori kemiskinan pun bermacam-macam. BPS menghitung dari terpenuhinya kalori berdasarkan pengeluaran. Tanpa menghitung kalori yang didapat tanpa pengeluaran. Semisal seorang perokok yang punya kebun atau memelihara ayam atau mempunyai kolam ikan yang memberikan asupan protein dan kalori.

Kacamata melihat kemiskinan juga berkembang. Kemiskinan struktural misalnya, melihat keadaan orang atau sekelompok orang yang tetap miskin atau menjadi miskin karena struktur masyarakatnya yang timpang, yang tidak menguntungkan bagi golongan lemah.

rokok

Tak dapat dipungkiri juga bahwa peletakkan rokok sebagai penyebab kemiskinan yang baru diajukan belakang ini sebagai upaya untuk tidak memperhitungkan lagi kemiskinan struktural yang terjadi. Di mana terdapat sistem yang tidak memungkinan orang yang miskin melonjak kesejahteraannya.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Category : Artikel