orang merokok

Badan POM RI: Tidak Ada Darah Babi pada Filter Rokok

Lagi-lagi isu kandungan darah babi pada rokok kembali diangkat ke permukaan. Padahal kabar bohong ini pernah mencuat pada 2010 dan 2013 silam.

Pada 2013 silam, isu bohong perihal filter rokok ini pernah disebarkan oleh Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT), lembaga yang diketuai oleh dr Hakim Sarimuda Pohan.

rokok

Dalam dialog bertajuk “Bahaya Merokok untuk Kehidupan Berbangsa” di Balaikota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dr Hakim Sarimuda Pohan mengeluarkan pernyataan yang tidak mendasar dan jauh dari sifat ilmiah dengan menyatakan bahwa di filter rokok yang saat ini dihisap oleh pria di Indonesia terdapat bahan yang datang dari Hemoglobin atau protein darah babi. Bahan tersebut digunakan untuk menyaring toksin kimia supaya tak masuk ke dalam paru-paru perokok.

rokok

Ketika itu, untuk meredam kepanikan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, sejumlah penelitian segera dilakukan oleh pemerintah dan terbukti bahwa tidak ada kandungan darah babi dalam filter rokok yang dibuat dari bahan dasar serat kayu.

rokok

Ketika isu ini kembali diangkat ke permukaan oleh kelompok anti rokok, Badan POM RI segera mengklarifikasinya, dalam edaran yang dikeluarkan pada awal 31 Oktober 2017 lalu Badan POM RI menjelaskan bahwa:

1. Isu ini pernah muncul pada 2010 dan 2013. Berdasarkan hasil uji filter rokok yang dilakukan di laboratorium Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) Badan POM RI dengan menggunakan Metode DNA, dari lima merek rokok berfilter yang diuji, TIDAK TERDETEKSI kandungan DNA babi.

2. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, Badan POM RI diamanahkan untuk mengawasi produk dan iklan rokok yang beredar. Pengawasan yang dimaksud hanya terkait beberapa hal yaitu kebenaran kandungan nikotin dan tar, pencantuman peringatan kesehatan pada label, dan ketaatan dalam pelaksanaan penayangan iklan dan promosi rokok.

3. Masyarakat dihimbau untuk tidak mudah terprovokasi isu-isu terkait obat dan makanan yang beredar melalui media. Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telp. 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0-8121-9999-533, surel halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen/Balai POM di seluruh Indonesia.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto