rokok budaya

Rokok Ketengan, penyelamat di tanggal tua

Rokok ketengan merupakan istilah khas budaya Indonesia, merujuk pada rokok yang dijajakan secara ecer, biasanya per batang. Kamus memang menerangkan istilah ketengan sebagai “penjualan atau pembelian sedikit-sedikit; eceran;”. Rokok ketengan bisa ditemukan di kedai-kedai rokok, warung makan, hingga pedagang asongan.

rokok
Rokok Ketengan

Kenapa dijual per batang? Dakam hal ini, para pedagang biasanya memang menyesuaikan kemampuan ekonomi dan daya beli masyarakat di sekitarnya yang rata-rata lebih menyukai pembelian barang secara eceran karena dinilai lebih ekonomis. Misal di lingkungan kost-kostan. Atau di sekitar kawasan pabrik, kampung, dan lain sebagainya.

Penjual juga bisa mendapat untung┬álebih dari menjual rokok ketengan. Misal, sebuah rokok Gudang Garam Filter isi 12 batang per bungkus harganya Rp12.500, maka hanga ketengannya akan dijual seharga Rp 1.250. Artinya bila 12 batang laku secara “ketengan” total uang yang diterimanya adalah 15.000.

Di sisi konsumen, rokok ketengan juga sangat membantu. Misal Anda seorang pemuda rantau, tentu pernah merasakan pahitnya tanggal tua. Nah di saat-saat macam ini kadang tersedianya rokok ketengan jadi “penyelamat”.

Foto: Eko Susanto