budaya rokok

Slepen: Benda Budaya yang Akrab dengan Kiai

Budaya Rokok – Slepen merupakan istilah untuk menyimpan perlengkapan tingwe (melinthing dhewe) di antaranya tembakau, cengkeh, kertas sigaret, klembak, kemenyan, hingga wur.

budaya rokok

Benda ini selalu dibawa oleh para ahli isap, termasuk para kiai. Dalam buku yang berjudul Guruku Orang-orang dari Pesantren yang ditulis oleh KH. Saifuddin Zuhri, juga mengisahkan bagaimana kebiasaan guru-gurunya dalam menggunakan slepen dan tentu saja, mengisap tembakau.

budaya rokok

Pada pukul 12 waktu Zuhur pengajian selesai. Minuman dihidangkan. Masing-masing kiai cepat-cepat mengeluarkan slepen dari kantong bajunya. Slepen itu sejenis kantong penyimpanan tembakau yang dibuat dari anyaman daun pandan halus dengan ukuran rata-rata 15×10 Cm. Di dalamnya disimpan tembakau, daun jagung kering dan lain-lain, perlengkapan merokok komplit.

“Jangan lupa, rokok orang Banyumas, tanpa pakai kemenyan dan klembak, bukan rokok. Kiai Raden Iskandar dari Kiai Akhmad Bunyamin masing-masing mengeluarkan slepennya komplit dengan klembak sebesar tinju, maklum bonggol klembak.”

budaya rokok

Kiai Akhmad Syatibi biasanya melinting rokoknya ukuran cabe rawit saja, tapi Kiai Zuhdi ukuran rokoknya sebesar ibu jari. Kalau ditegur orang rokoknya kok gede amat kiai, maka kiai yang satu ini, yang tubuhnya kecil tapi suara menggeledak, kontan menjawab: “Buat Pukul Setan!”

Foto oleh : Eko Susanto