orang merokok

Cukai Rokok Naik, Ribuan Pabrik Rokok Tutup, Puluhan Ribu Orang Menganggur

Kebijakan Pemerintah tak pernah berpihak kepada Industri rokok, industri yang menyumbang 150 triliun pada negara di tahun 2017. Padahal, industri ini membiayai hidup 6 juta orang Indonesia yang bekerja di sektor pertembakauan. Industri ini tak pernah mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Salah satu bukti ketidakberpihakan pemerintah tentu saja adalah kenaikan cukai rokok yang terus-menerus. Hal tersebut tentu berbahaya, sebab bisa mematikan industri rokok secara langsung.

rokok

Dalam rentang 2006-2016, sedikitnya 3.100 pabrik pengolahan tembakau tutup dan 32.000 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai pelinting. Sebab, hampir seluruh pabrik yang ditutup merupakan pabrik sigaret kretek tangan (SKT).Bahkan jumlah pekerja yang terkena PHK diprediksi lebih besar. Itu karena ada sejumlah pabrik yang tidak tergabung di asosiasi dan data mereka tidak terpantau.

bungkus rokok

Data-data mengejutkan ini disampaikan oleh Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM), Sudarto. Pelinting harus mencari kerja lain jika pabrik rokok mereka ditutup. Dan hal ini yang tak pernah dipirkan oleh pemerintah. Para pelinting rokok umumnya adalah mereka yang tidak punya pendidikan tinggi dan ketrampilannya sangat terbatas. Tenaga kerja yang seperti mereka ini akan susah mendapatkan kerja jika pabrik pengolahan tembakau ditutup karena kebijakan pemerintah.

Pemerintah diharapkan tidak menaikkan tarif cukai rokok pada 2019 karena dinilai bisa berdampak negatif bagi kelangsungan industri. Besaran tarif cukai rokok yang tinggi dalam 5-8 tahun terakhir ini berdampak langsung penurunan jumlah buruh rokok.

cukai rokok

Tarif cukai rokok yang rata-rata sebesar 10 persen pada tahun ini saja dinilai sudah sangat membebani para pelaku usaha kecil. Perkiraannya, pertumbuhan pendapatan dari penjualan rokok pada tahun ini akan stagnan.

“Imbas dari kenaikan cukai rokok ini panjang, dari pekerja rokok, industri, pedagang, sampai ke penerimaan negara. Masih banyak sumber pendapatan negara dari pos lainnya,” kata Sjukrianto, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPS).

orang merokok

Pemerintah harusnya bisa berkaca dari data dan fakta-fakta ini, Jangan lagi membuat kebijakan yang nantinya akan berdampak buruk bagi pemasukan negara. Industri rokok mampu menyerap banyak jumlah tenaga kerja, mampu menghasilkan keuntungan untuk pembangunan Negara. Jika pemerintah bersikeras menaikkan kebijakan ini, bukan tidak mungkin akan lebih banyak lagi jumlah pengangguran di Indonesia.