Cukai rokok

Direktur Indef: Cukai Naik, Penerimaan Negara Belum Tentu Naik

Salah satu alasan pemerintah menaikkan cukai rokok adakah demi menggenjot penerimaan negara. Alasan tambahannya, menekan jumlah konsumsi rokok serta mengurangi angka rokok ilegal. Sayangnya, dalih-dalih tersebut diragukan oleh beberapa pihak.

Satu lembaga yang sangsi dengan alasan pemerintah adalah Direktur Eksekutif Insitute for Development of Economic and Finance (INDEF) Ahmad Tauhid. Ia meragukan jika target penerimaan cukai untuk tahun anggaran 2020 bisa tercapai. Hal ini disebabkan kenaikan cukai yang begitu tinggi untuk tahun depan.

“saya pesimistis rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen benar-benar mencapai target penerimaan,” ujarnya.

Menurutnya, akan terjadi perubahan pola konsumsi rokok di masyarakat. Dari yang tadinya mengonsumsi rokok golongan 1, turun ke golongan di bawahnya. Hal ini, akan berdampak pada berkurangnya penerimaan negara mengingat masyarakat akan memilih rokok di golongan bawah dengan tarif rendah.

Orang Merokok (1)
Orang Merokok (1)

Mengingat penerimaan cukai dari rokok golongan 1 memiliki pasar paling besar di antara golongan lainnyak, dan melihat kemungkinan beralihnya mereka ke golongan yang lebih rendah, hal ini dinilai akan menggerus pendapatan negara.

Selain itu, walau ada potensi peningkatan jumlah penerimaan dari golongan 2 dan 3, tapi penerimaan yang didapat negara bisa jadi tidak signifikan lantaran tarif cukainya yang lebih murah ketimbang rokok golongan 1. Sehingga, peningkatan tersebut tidak mampu mengompensasi penurunan penerimaan pada golongan 1.

Di luar perkara penerimaan negara, Ia juga menilai kenaikan tarif cukai akan berdampak pada jumlah produksi yang makin berkurang. Hal ini terjadi khususnya pada para pekerja sigaret kretek tangan. Tentu saja potensi pengurangan tenaga kerja menjadi meningkat.

Tak hanya itu, potensi peredaran rokok ilegal bakal semakin meluas, terutama karena kenaikan pada tarif pada rokok golongan 2 dan 3. Walau terbilang rendah, kemungkinan masyarakat akan lebih memilih rokok dengan harga yang lebih murah dan terjangkau oleh mereka. Seperti misalnya rokok-rokok ilegal.

“Saya lihat pemerintah cukup ambisius dengan rencana kenaikan cukai rokok. Biasanya, rumus umum kenaikan (dihitung) dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan faktor lainnya yang dikalkulasikan kurang lebih 10 persen. Namun sekarang cukup besar,” tukas Tauhid.

Category : Kabar
Tags :