orang merokok

Ekonomi Rokok yang Menguntungkan Negara

Banyak berita yang begitu menyudutkan para perokok, sayangnya logika yang dipakai dalam berita pun seringkali kacau. Simaklah judul-judul seperti,  “Wow, Dalam Sehari Masyarakat Indonesia Membakar Rp600 Milyar Uang Lewat Rokok,” atau contoh lain seperti  “Luar Biasa, Rp221 Trilyun Uang Dibakar dalam Setahun Akibat Konsumsi Rokok,” dan berbagai macam judul berita yang seolah ingin berkata menyampaikan informasi bahwa para perokok seolah juga memberi kerugian yang amat besar di sektor ekonomi.

rokok

Faktanya? menurut Ismanu Sumiran, Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Rokok Indonesia (GAPRI), industri rokok memiliki jasa yang sangat besar bagi pemasukan negara, khususnya dalam pos cukai. Pada 2015, cukai rokok memberikan pemasukan kepada negara sebesar Rp139,5 triliun. Penerimaan ini mencapai hampir 96% penerimaan cukai negara. Pendapatan negara dari cukai mutlak didominasi dari industri hasil tembakau dan cengkeh sebagai bahan baku inti rokok kretek.

Keuntungan ekonomis itu tersebar dalam lingkar petani tembakau dan cengkeh dan bahan baku rokok lainnya, para pengusaha rokok, para pekerja di pabrik-pabrik rokok, dan yang paling banyak menerima keuntungan tanpa perlu memikirkan risiko kerugian apa pun, tentu saja adalah: negara.

bungkus rokok

Jadi, benarkah ada uang yang dibakar hingga materinya hilang begitu saja? Pengeluaran para perokok untuk membeli rokok di negeri ini dimanfaatkan oleh seluruh pelaku usaha di bidang rokok, dan, sekali lagi, sebagai penikmat terbesar adalah, negara. Tahun 2016, negara mendapatkan keuntungan dari industri rokok mendekati Rp140 trilyun hanya dari pemasukan cukai saja. Belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak dan Retribusi Daerah (PDRD).

Jelas sudah, bahwa perokok memiliki andil kontribusi besar dalam menjaga perekonomian negara ini. Dari tiap bungkus rokok (berisi 16 batang) Sigaret Kretek Mesin (SKM) seharga Rp18.000, cukai yang dibebankan tiap batangnya sebesar Rp. 530 (47% sesuai dengan peraturan negara). Maka, ada Rp. 8480 yang masuk ke kas negara untuk tiap 16 batang kretek dalam satu bungkus rokok.

rokok

Merokok adalah aktivitas yang tidak melanggar hukum. Para perokok membeli rokoknya dengan pendapatan pribadi, dan menjadi satu agen penting dalam perputaran uang yang membuat tingginya aktivitas ekonomi yang berdampak pada keuntungan penerimaan negara. Lalu, mengapa para perokok coba disudutkan dengan berbagai tuduhan hoax?

Gambar ilustrasi: Eko Susanto