orang merokok

Faktor-Faktor Penentu Harga Rokok

Pro kontra kenaikkan harga terus saja berlangsung. Beberapa waktu lalu bahkan heboh survei abal-abal yang dikeluarkan oleh Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang membuat simulasi harga rokok Rp 50 ribu akan membuat orang berhenti merokok. Namun setelah diselidik ternyata survei itu didanai oleh Bloomberg Initiative yang berkeinginan memhapus jual beli produk tembakau secara bebas.

rokok

Tetapi di sisi lain, kenaikan harga rokok yang terlalu tinggi membuat meningkatnya nilai inflasi. Sebab tingkat konsumsi rokok termasuk tinggi. Sehingga perlu perhitungan yang pas dalam membuat simulasi harga rokok. Berikut komponen-komponen pembentuk harga rokok:

1. Cukai Tembakau

Kebijakan yang berlaku di banyak negara menyatakan bahwa produk pertanian berupa tembakau dikenai cukai yang dipunggut negara. Kebijakan ini mulanya diterapkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk mendapatkan pemasukkan bagi kas negara. Sampai sekarang kebijakan cukai tetap diberlakukan walaupun berganti alasan, dengan mempertimbangkan kesehatan masyarakat.

tembakau

2. Pajak Rokok

Komponen pajak menjadi salah satu faktor besar sebagai pembentuk harga rokok. Tarif pajak rokok ditetapkan sebesar 10% dari cukai rokok berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

rokok

3. Biaya Produksi

Satu lagi komponen penentu biaya dari harga rokok yakni komponen biaya produksi yang ditetapkan oleh pabrikan. Di sini prosentase pendapatan pabrikan lebih kecil bila dibanding pendapatan yang diterima negara. Masuk akal, sebab kenaikan cukai rokok hampir terjadi setiap tahun dan itu artinya peningkatan juga dialami pajak rokok.

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto