harga rokok

Harga Rokok Perlahan Naik Agar Perokok Tidak Kaget

Kebijakan kenaikan tarif cukai yang signifikan untuk tahun depan ini memang mengesalkan. Karena tarif cukai naik tinggi, harga rokok ikut terdorong naik. Angkanya biasa mencapai angka 30%. Dan sialnya lagi, tahun belum juga berganti tapi harga rokok mulai merangkak naik.

Kini harga sebungkus rokok Djarum Super MLD sudah menyentuh angka Rp 23 ribu dari yang sebelumnya hanya Rp 20 ribu. Sementara, sebatang GG Filter di warung-warung sudah dihargai Rp 2 ribu. Bahkan menurut kawan saya, harga rokok Aroma telah naik dari RP 9 ribu ke angka Rp 10 ribu.

Hal ini mungkin akan dirasa berat bagi semua perokok. Walau tetap akan membeli, tapi mengeluarkan uang lebih untuk produk apapun tetap akan dirasa berat. Apalagi jika kenaikannya seperti rokok yang setinggi itu. Tentu harus ada sebuah upaya untuk mengakali pengeluaran biar tidak terasa berat-berat amat.

Meski begitu, ada satu hal yang mungkin perlu dipahami perokok terkait kenaikan merangkak harga rokok di akhir tahun seperti ini. Harga rokok memang sengaja dinaikan perlahan agar tahun depan para perokok tidak merasa kaget kok tiba-tiba harga rokok naik begitu tinggi. Jadi, secara psikologis, kenaikan harga rokok tahun depan tidak dirasa berat-berat amat gitu.

Mungkin, walau sedikit, hal ini agak membantu perokok menyesuaikan diri dengan kenaikan harga. Maklum, di awal pemerintahan kedua rezim ini, semua-semua harga terkerek naik. Tidak Cuma harga rokok, tapi juga tarif BPJS, tarif TOL, sembako, dan lain-lain. Mungkin memang hobi dari rezim yang sekarang adalah menaik-naikan harga kebutuhan rakyat.

Nah, sebelum harga rokok belum benar-benar naik tinggi, ada baiknya kita mulai membiasakan diri dengan tarif tahun depan dan membuat strategi agar bisa bertahan di kerasnya kehidupan. Bisa dengan mengurangi jumlah/intensitas konsumsi, bisa dengan turun kasta membeli rokok yang lebih murah, atau memilih jalan tingwe sebagai perlawanan terhadap negara.

Apapun itu, jangan sampai kita para perokok ini terlihat lemah oleh negara. Jangan biarkan harga rokok yang naik membuat kita kalah dan berhenti merokok. Sebaiknya jangan begitu. Karena harga rokok naik tinggi tidak kan membuat kita berhenti melakukan aktivitas yang kita senangi, bukan begitu wahai kretekus?

Category : Artikel
Tags :