perokok

Hoax Paru Hitam Milik Perokok

Selain dalam urusan pemilu, perkara rokok juga memiliki produsen hoax yang cukup besar yakni kelompok antirokok. Cukup banyak kampanye mereka yang diselingi kebohongan. Bahkan dengan sentimen agama, misalnya di isu darah babi di filter rokok Indonesia, yang pada akhirnya dibantah sendiri oleh MUI.

Tidak hanya itu, hoax yang cukup masif beredar di media dan media sosial dalam urusan rokok adalah kampanye paru-paru berwarna hitam yang katanya punya perokok. Kampanye ini mengatakan bahwa ada dua jenis paru di dunia ini. Yakni, paru merah muda dan bersih milik mereka yang tiak merokok. Dan paru hitam mengerikan yang katanya sih punyanya para perokok. Pertanyaannya, apakah benar begitu.

Asal tahu saja, paru hitam mencekam yang katanya punya perokok itu sebenarnya adalah paru yang terjangkit kanker. Penyakit mengerikan itu menggerogoti paru orang yang terjangkit, kemudian membuat warnanya menjadi hitam mencekam seperti biasa disebar antirokok. Sayangnya, hal ini tidak pernah dibahas karena memang, bagi kelompok pembenci rokok, kebohongan semacam ini diperlukan agar masyarakat ikut membenci rokok.

Dalam sebuah penelitian, Lauren A. Colby menyangkal jika gambar paru-paru yang berwarna coklat itu sebagai akibat dari akumulasi bertahun-tahun kosumsi tar dan nikotin. Dari sumber dua ahli otopsi, Wray Kephart dan Ed Uthman M.D, Colby tahu paru-paru coklat atau hitam sebagai akibat kosumsi rokok adalah mitos belaka.

Secara prinsip, otopsi medis tidak memungkinan seseorang mengetahui apakah pemilik paru tersebut merupakan seorang perokok atau bukan. Menurut mereka, foto yang sering dijadikan bukti rusaknya paru-paru para perokok tersebut adalah foto paru-paru orang yang terkena kanker paru-paru. Jadi tak ada persoalan dengan apakah ia perokok atau tidak.

Bahwa rokok adalah barang konsumsi dengan faktor risiko penyakit tertentu, kita tidak bisa pungkiri. Tapi menyatakan kalau paru-paru semua perokok berwarna hitam mengerikan seperti tadi juga bukan hal yang bisa diterima akal sehat. Karena hal itu sama saja pembohongan publik yang menyesatkan, serta merugikan nama baik para perokok yang menjaga kualitas hidupnya.

Pada perkara ini, saya kira tidak adil jika menyebut rokok sebagai biang kerokok pada seluruh penyakit. Toh, kanker dan jantung yang terlalu diidentikkan dengan rokok saja tidak bisa melulu disebabkan rokok. Toh, ada banyak orang yang tidak merokok juga terkena penyakit mematikan tersebut. Kalaupun ada perokok yang terkena kanker, tidak serta merta penyebabnya adalah rokok.

Category : Artikel
Tags :