orang merokok

Menelisik Jejak Industri Rokok Siong di Gombong

Rokok siong berbeda dengan rokok putih atau rokok kretek. Rokok siong biasa disebut rokok klembak menyan, karena bahan bakunya memang terdiri dari lintingan tembakau dan klembak.

Rokok ini merupakan salah satu varian rokok yang dihasilkan orang Indonesia. Hanya saja keberadaan rokok ini kalah populer dibanding rokok kretek. Karena itu produksinya menurun dan kemudian stagnan.

rokok klobot

Dari sedikit produsen rokok siong, satu yang masih bertahan adalah pabrik yang didirikan oleh pasangan suami istri The Tjoan (Agus Subianto) dan TjoGoeNio (Setiawati) di daerah Gombong, Banyumas.

Produksi rokok ini dimulai dengan dikeluarkannya merek Sintren pada 1950. Namun dalam perkembangannya, ia juga mengibarkan merek baru, yakni Bangjo dan Togog. Di masa jayanya, pemasaran rokok ini sangatlah luas, bahkan sampai merambah ke Sumatera,

rokok siong

Orang-orang di era 70-an dan 80-an di Banyumas dan sekitarnya pun pasti masih ingat dengan merek-merek rokok tersebut. Produk-produk rokok siong tersebut dipasarkan dalam kemasan 6 batang dan 10 batang.

orang merokok

Pada masa jayanya, perusahaan Agus Subianto ini mampu menyerap 1.000 tenaga kerja. Namun seiring permintaan yang semakin menurun, jumlah pegawai pun dikurangi. Sekarang jumlah pekerja yang menjalankan produksi hanya 150 karyawan.

rokok-klembak menyan

Penurunan penjualan rokok siong mulai dirasakan pada 1985. Banyak perokok siong yang berpindah mengonsumsi rokok kretek. Meski jumlahnya menurun, tetapi rokok siong masih tetap bertahan karena memiliki pangsa pasar tersendiri, misalnya sebagai rokok sesaji.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Category : Kabar