orang merokok

Inilah Alasan Kenapa Iklan Rokok Selalu Tidak Nyambung dengan Produknya

Jika kita perhatikan iklan rokok di media televisi, setidaknya ada 5 keganjilan yang selalu terdapat pada iklan produk ini bila dibandingkan dengan iklan-iklan lainnya. Kekhususan iklan rokok tersebut di antaranya sebagai berikut selalu tayang pada malam hari, tidak ada adegan orang merokok, tidak ada ajakan untuk merokok, selalu ada slogan bahaya rokok, dan iklan rokok selalu bertema khas seputar life style dan metafora. Itulah sebabnya sehingga iklan rokok sering dianggap sebagai iklan ‘tidak nyambung’.

bungkus rokok

Alasan tersebut ternyata karena terkait etika periklanan yang mengatur tentang rokok dan produk tembakau. Pada Bab III Etika Pariwara Indonesia disebutkan bahwa iklan rokok tidak boleh dimuat pada media periklanan yang sasaran utama khalayaknya berusia di bawah 17 tahun. Ini yang menyebabkan iklan rokok selalu ditemui di malam hari, di saat anak-anak di bawah umur pada umumnya sudah tidur.

rokok

Kemudian di pasal berikutnya 2.2.2. dijelaskan ketentuan yang yang wajib dipenuhi oleh iklan rokok dan produk tembakau lainnya, yakni:

a. Tidak merangsang atau menyarankan orang untuk merokok. Itulah sebabnya pada iklan rokok tidak boleh ada kata-kata yang mendorong orang merokok, seperti “Rokok paling enak yang harus dicoba” atau semacamnya.

b. Tidak menggambarkan atau menyarankan bahwa merokok memberikan manfaat bagi kesehatan. Itulah sebabnya, tidak ada iklan rokok yang menjelaskan ada manfaat kesehatan karena mengonsumsi produk ini. Sebaliknya, pada setiap iklan justru diberi peringatan “Merokok Membunuhmu”.

c. Tidak memperagakan atau menggambarkan dalam bentuk gambar, tulisan, atau gabungan keduanga, bungkus rokok, rokok, atau orang sedang merokok, atau mengarah pada orang yang sedang merokok. Itulah sebabnya, tidak pernah kita temui ada gambar produk rokok atau orang merokok di setiap iklan rokok.

d. Tidak ditujukan terhadap atau menampilkan dalam bentuk gambar atau tulisan, atau gabungan keduanya, anak, remaja, atau wanita hamil. Ini alasan pada bungkus rokok ada peringatan “dilarang menjual / memberikan kepada anak di bawah umur dan wanita hamil.

e. Tidak mencantum nama produk yang bersangkutan adalah rokok. Karena itulah pada akhirnya iklan selalu ada tulisan merek yang diiklankan.

f. Tidak bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.

bungkus rokok

Di atas adalah ketentuan yang membuat iklan rokok akhirnya selalu tidak nyambung dan sanksi telah diatur pula. Nah, bila kamu pengusaha rokok iklan seperti apa yang akan kamu tampilkan? Hmmmm.