Cukai rokok

Jokowi Naikkan Tarif Cukai 23% dan Harga Jual Rokok 35%

Jelang akhir tahun, isu soal kenaikkan cukai memang akan berhembus seiring pembahasan target penerimaan cukai tembakau di Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara. Bedanya, di tahun-tahun lalu kenaikkan cukai diketok palu pada kisaran bulan Oktober. Tahun ini, September belum masuk tengah bulan, keputusan besaran kenaikkan tarif cukai sudah diketok. Di angka yang luar biasa tinggi pula.

Pada rapat terbatas antara Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Keuangan, Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, dan kementerian terkait lainnya, tarif cukai telah diputuskan naik di angka 23%. Angka ini jauh melebihi bayangan banyak orang yang ada di kisaran belasan persen. Apalagi, anggota DPR telah menyatakan pada Kemenkeu agar kenaikan tarif tidak lebih dari 10%.

Cukai rokok

Dengan kenaikkan tersebut, harga jual eceran rokok pun naik. Tidak tanggung-tanggung, kenaikkan harga jual eceran rokok naik di angka 35%. Artinya, tahun depan harga rokok naik 1/3 kali lipat. Jika saat ini Anda mengisap rokok Djarum Super 12 batang seharga Rp 17 ribu per bungkus, maka tahun depan Anda harus mengeluarkan uang di kisaran Rp 22-24 ribu per bungkusnya.

Hal ini jelas membuat kalangan industri, petani, buruh, dan konsumen kaget. Pasalnya, angka 23% untuk kenaikkan tarif bukan sesuatu yang kecil. Bahkan, dengan kenaikkan di kisaran belasan persen saja sudah dirasa berat oleh mereka. Karena itu, kenaikkan cukai 23% adalah satu hal yang amat mematikan buat banyak pihak. Tidak hanya industri, tapi juga untuk para petani.

Sekadar mengingatkan, industri kretek adalah industri yang hulu-hilirnya produktif dan padat karya. Jika kemudian tarif cukai dan harga rokok naik, kemudian penjualan rokok legal menurun, artinya akan terjadi penurunan kuota pembelian tembakau dari para petani di tahun depan. Hal ini, tentu saja, akan berdampak pada kesejahteraan para petani. Belum lagi jika pabrik-pabrik kecil menengah harus bangkrut, ribuan buruh yang bekerja di sana juga akan kehilangan mata pencaharian.

Cukai rokok

Walau belum diputuskan secara hukum melalui peraturan menteri keuangan, tapi kepastian jika tarif cukai dan harga rokok benar-benar ada di kisaran angka tadi hampir tidak bisa dibantah. Sepertinya inilah kado dari Presiden Jokowi buat para petani tembakau, buruh pabrik rokok, pelaku industri, juga konsumen yang memilihnya pada pemilu presiden lalu. Sebuah kado terbaik dari orang baik dan sebagai rasa rasa terima kasih karena sudah diberikan kesempatan untuk kembali berkuasa.

Terima kasih, Pak Presiden. Kebijakan Anda ini sungguh-sungguh mematikan harapan dan penghidupan rakyat.

Category : Artikel
Tags :