cukai rokok

Kalau Cukai Sudah Naik, Simplifikasi Harus Berhenti

Urusan kenaikan tarif cukai saja sudah membuat industri sengsara, masa rencana simplifikasi mau dilanjutkan? Rasanya pemerintah benar-benar ingin mematikan industri ini.

Soal PMK, yang sudah pasti akan terlaksana pertanggal 1 Januari 2020, dan segala suara-suara yang coba di dengungkan tiap waktu oleh para petani, buruh, dan kelompok-kelompok yang peduli dengan industri kretek rasanya belum mampu menyadarkan pemerintah tentang segala kemungkinan buruk yang terjadi akibat dari kebijakan tersebut.

Satu masalah belum usai (dan, sepertinya tak ada upaya untuk menyelesaikan) timbul masalah baru. Rencana simplifikasi. Ya, yaitu pemerataan golongan jenis tembakau, yang nantinya berpengaruh pada angka penarikan cukai. Dimana ada rencana penyederhanaan dari yang sebelumnya 10 tier.

Beberapa kalangan peduli tembakau jelas menyangkan rencana tersebut. Sebab kebijakan sebelumnya yaitu 10 tier sudah lebih dari cukup, tak perlu lagi penyederhanaan. Perlu diketahui bahwa kebijakan penggolongan tersebut adalah untuk membedakan antara sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin. Nantinya, ketika simplifikasi ini benar terjadi, artinya ada rencana pemukul rataan golongan dan berpengaruh terhadap nilai penarikan cukai.

Tentu hal tersebut menyiksa bagi para perusahaan industri kretek kecil. Begini, rata-rata sigaret kretek mesin adalah produk perusahaan industri kretek besar sedangkan industri kretek tangan rata-rata adalah hasil produksi perusahaan industri kretek kecil. Dan rencana simplikasi secara tak langsung memaksa perusahaan-perusahaan kecil tersebut untuk membayar nilai cukai sama seperti perusahaan besar. Dimana logikanya? Apakah itu namanya bukan pembunuhan industri?

Adanya PMK baru saja (padahal belum dimulai) sudah terasa dampak buruknya. Sebab, di beberapa daerah ada tembakau yang tak terserap pabrikan dan hal tersebut merupakan sebuah kekhawatiran. Ditambah dengan adanya rencana simplifikasi, rasanya tak heran jika (bila simplifikasi benar terjadi) akan banyak perusahaan industri kretek kecil yang akan gulung tikar. Ini akan berefek domino pada instrumen-instrumen lain seperti petani, buruh, dan pihak-pihak lain yang bergantung pada industri ini. Petani kian kesulitan menjual hasil panen, buruh terancam PHK sebab banyak pabrikan rokok yang tutup, dan sudah pasti akan mengancam perekonomian indonesia yang padahal kondisi sekarang saja sedang buruk. Dan kalau hal-hal buruk itu semua terjadi, kita tahu harus menyalahkan siapa.

Category : Artikel
Tags :