orang merokok

Kata Siapa Hanya Perokok yang Kena Kanker Paru-Paru?

Awal Oktober lalu, twitter ramai dengan pemberitaan mengenai Sutopo Purwo Nugroho. Beliau adalah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB. Twit pengakuan mengejutkan dikeluarkan beliau yang membuat banyak netizen bersimpati: “Meski kanker paru stadium 4B, saya tetap berusaha melayani media dan masyarakat dengan baik. Untuk rekan penyintas kanker. Jangan patah semangat. Tetap sabar, kerja dan berdoa. Hidup itu bukan panjang-pendeknya usia. Tapi  seberapa besar kita dapat membantu orang lain.”

sutopo purwo nugroho

Banyak yang kemudian membalas dan meretweet twit tersebur sebagai bentuk dukungan kepada Sutopo. Bahkan Presiden Jokowi secara khusus mengucapkan rasa terima kasih dan juga dukungannya kepada Pak Sutopo atas dedikasinya dalam bertugas walaupun ia harus berjuang melawan sakit yang menderanya.

Sutopo sempat syok saat divonis menderita kanker paru stadium 4B. Maklum saja, beliau bukan perokok. Baik itu perokok aktif maupun pasif. Faktor genetika dan turunan pun, beliau tidak ada. Gaya hidup sehat pun sering dilakukannya. Namun, ia masih tetap terkena kanker. Hal ini membuktikan bahwa kanker bisa disebabkan oleh banyak hal, dan bukan karena rokok.

rokok

Stigma yang berlaku selama ini di masyarakat adalah adanya anggapan bahwa kanker paru-paru disebabkan oleh aktivitas merokok. Anggapan ini sudah turun temurun dipropagandakan agen-agen antirokok kepada masyarakat hingga menjadi sebuah dogma. Padahal melihat kasus Sutopo, hal ini jelas-jelas tak terbukti.

Lalu apa sajakah yang bisa menyebabkan seseorang yang sehat, tak merokok, tak punya genetika turunan keluarga penderita kanker? Banyak hal ternyata yang menjadi penyebab. Dalam sebuah pertemuan di Plaza Bapindo, Dr Su Jang Wen (ahli bedah Toraks dan Kardiovaskular dari Gleneagles Hospital Singapura) menjelaskan, penyebab seseorang terkena penyakit kanker paru-paru bisa banyak hal. Bisa karena bahan kimia yang terkandung dalam udara. Bahan kimia banyak ditemukan pada kota-kota besar dengan angka polusi udara yang tinggi. Ditambah pula kebiasaan menjalani gaya hidup tak sehat; makan makanan tak bergizi dan jarang berolahraga, bisa menjadi faktor risiko penyebab terjadinya kanker dalam tubuh.

rokok

Sementara itu, Linda Bauld, profesor di Health Policy, Dean of Research University of Sterling, mengatakan bahwa banyak kasus kanker utamanya pada wanita disebabkan oleh obesitas atau kelebihan berat badan.

Dua pernyataan dari ahli-ahli kompeten di atas pada akhirnya mematahkan stigma yang selama ini melekat di masyarakat tentang rokok sebagai penyebab utama kanker, utamanya kanker paru-paru.

Category : Artikel