orang merokok

Kemasan Polos Rokok Langgar Hak Kekayaan Intelektual

Bungkus rokok kemasan polos (plain packaging) yang pertama kali diterapkan di Australia pada 2012 rencananya akan diadopsi sejumlah negara antara lain Inggris dan Prancis.

Meski begitu, negara-negara yang tidak sepakat dengan penerapan aturan ini sedang melayangkan gugatan di WTO (World Trade Organization). Aturan kemasan polos rokok dinilai melanggar hak kekayaan inteletual merek dagang yang melindungi penggunaan logo, nama, fitur fisik dan warna, simbol, maupun fitur desain pada kemasan.

bungkus rokok

Sedangkan kemasan polos bungkus rokok mewajibkan tampilan yang seragam dan menghilangkan merek dagang pada produk hasil tembakau. Dari segi ukuran, bentuk, fitur fisik dan warna akan diseragamkan. Sedangkan penggunaan merek, logo, simbol, maupun desain kemasan tidak diperkenankan lagi.

Padahal, jika menilik fakta di Australia, kebijakan ini tidak berdampak bagi penurunan jumlah perokok. Penurunan jumlah perokok di Australia sebesar 0,55 persen atau setara 108 ribu orang tidak disebabkan oleh penerapan kemasan polos rokok. Melainkan oleh kebijakan lain yakni batasan umur diperbolehkan merokok dari 18 tahun ke atas menjadi 21 tahun ke atas.

rokok

Bila kebijakan atas merek dagang yang telah disepakati secara internasional ini diabaikan. Ada kemungkinan, kebijakan-kebijakan sejenis akan diberlakukan atas merek lain, tak hanya rokok, dengan alasan kepentingan ekonomi politik suatu negara.

bungkus rokok

Tak salah bila Sarkozy pada Februari 2016, menyatakan dukunganya kepada para produsen tembakau yang menentang pemberlakuan kebijakan kemasan polos.

“Jika kita mendukung pemberlakuan kebijakan kemasan polos pada rokok, maka dalam enam bulan ke depan, hal ini dapat diikuti dengan kebijakan polos tanpa merek pada botol wine dan juga keju,” kata politisi Partai Republik seperti dilansir Le JDD.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto