cukai rokok

Kemenkeu Pastikan Tidak Lanjutkan Simplifikasi Cukai

Kabar bahwa keputusan Kemenkeu untuk tidak melanjutkan pembahasan mengenai simplifikasi cukai rokok di tahun 2020 sedikit melegakan kekhawatiran yang timbul selama ini. Tak bisa dibayangkan bagaimana nasib para pelaku mikro di industri ini bila rencana tersebut benar-benar terjadi.

Perlu diketahui, pemerintah dalam PMK 152/2019 telah menetapkan rata-rata kenaikan tarif CHT tahun 2020 sebesar 21,55%. Secara rerata, tarif CHT Sigaret Keretek Mesin (SKM) naik sebesar 23,29%, Sigaret Putih Mesin (SPM) naik 29,95%, dan Sigaret Keretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan naik 12,84%. Golongan cukai tembakau tetap akan berjumlah 10.

Simplifikasi sebenarnya memiliki tujuan untuk menyederhankan, namun secara mekanisme nyata dilapangan justru menyulitkan. Pemangkasan golongan cukai tembakau hanya akan semakin menyiksa pelaku mikro dan menengah di industri ini.

Simplifikasi hanya akan jadi mimpi buruk bagi industri-industri kecil. Tak masuk diakal jika rokok kelas premium dan kelas bawah memiliki nilai cukai yang sama. Jelas ini menyiksa pabrikan kecil yang bergerak dengan modal tak besar. Sudah mah harus menanggung beban cukai yang tinggi, ditambah lagi harus bersaing di pasaran dengan pabrikan-pabrikan besar. simplifikasi tentunya hanya akan menambah daftar panjang pabrikan kecil yang gulung tikar.

Sekedar mengingatkan, bahwa pertumbuhan ekonomi bukan hanya bergantung pada pelaku-pelaku industri besar saja, namun dipengaruhi oleh pertumbuhan pelaku industri kecil. Keduanya harus saling seimbang. Dan pemerintah harusnya juga memperhatikan supaya pasar tetap berjalan sehat.

Simplifikasi hanya akan melahirkan pasar yang tidak sehat. Sekaligus makin menjerat industri kecil yang kian tahun harus terseok-seok untuk tetap bertahan. Pemerintah harusnya lebih memberi perhatian khusus pada industri-industri kecil. Tak bisa dipungkiri, bahwa merekalah yang berperan menjaga kretek sebagai warisan budaya bangsa untuk tetap ada dan akan terus diminati masyarakat. Bukan hal mudah bagi mereka harus bertarung di pasar dengan industri-industri besar.

Keputusan untuk tidak melanjutkan rencana simplikasi di tahun depan sudah sangat tepat. Ya, setidaknya memberi ‘sedikit’ napas bagi industri kecil untuk tetap bisa bertahan di persaingan pasar. Sebab pasar harus variatif, jangan sampai pasar di monopoli pemain besar saja. Walaupun harus terseok-seok dengan angka cukai yang dinilai masih tinggi bagi mereka.

Category : Artikel
Tags :