orang merokok

Kenaikan Cukai Rokok Berpengaruh Terhadap Industri

Pemerintah selalu menaikkan tarif cukai rokok dalam 3-4 tahun terakhir ini. Kebijakan tersebut hampir selalu dilakukan tanpa melihat dan memperhatikan peningkatan pendapatan masyarakat. Nah, menjelang tahun 2019 ini, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok ini kembali digaungkan lagi.

bungkus rokok

Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPS) Sjukrianto, berharap pemerintah tidak menaikkan lagi tarif cukai rokok. Imbas dari kenaikan cukai rokok ini berdampak bagi banyak pihak, dari pekerja rokok, industri, pedagang, sampai ke penerimaan negara. 

Sebagai referensi, tarif cukai rokok yang rata-rata sebesar 10% pada tahun ini saja sudah sangat membebani para pelaku usaha kecil. Sjukrianto memperkirakan pertumbuhan pendapatan dari penjualan rokok pada tahun ini akan stagnan.

orang merokok

Contoh nyata akibat dari penerapan kebijakan cukai rokok yang tinggi sudah terasa dalam beberapa tahun ini. Salah satu yang paling tampak tentu saja adalah banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk para buruh rokok. Hal-hal inilah yang patut untuk diperhatikan.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM-SPSI) Sudarto, mengatakan bahwa naiknya tarif cukai rokok pada 2019 mendatang akan berdampak negatif bagi kelangsungan industri.

cukai rokok

Faktanya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) masih terjadi setiap tahun. Salah satu faktornya adalah karena kenaikan cukai. Kalau omset turun, pengusaha pasti mem-PHK pekerjanya. Menurut Sudarto, pemerintah memang memiliki kepentingan meningkatkan penerimaan negara untuk memenuhi kebutuhan belanja negara setiap tahunnya. Namun besaran tarif cukai yang tinggi dalam 5-8 tahun terakhir ini menyebabkan penurunan jumlah buruh rokok.

Kalau kita ambil data tentang penerimaan negara dari cukai rokok tahun lalu cukup besar. Naik dari tahun sebelumnya. 149 Triliun hasil cukai tembakau pada 2017. Industri ini juga termasuk salah satu penyumbang terbesar Negara dari pendapatan cukainya. Dari hasil ini kemudian bagi hasil pajak rokok dibagi-bagikan ke tiap provinsi di Indonesia untuk pembangunan, kesehatan dan penegakan hukum. Di Bangka Belitung misalnya, tahun ini mendapatkan 67 miliar.

Kepala bidang (Kabid) Pajak Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Provinsi Bangka Belitung Amran mengatakan bagi hasil pajak rokok ini digunakan 50% untuk kesehatan dan penegakan hukum, sisanya digunakan untuk keperluan lainnya, hal ini berdasarkan UU. Dari hal ini bisa dilihat bagaimana tembakau mampu untuk membantu kegiatan operasional provinsi-provinsi di Indonesia.

Akan sangat menyusahkan bagi para pengusaha ketika harga cukai kembali dinaikkan dengan dalih untuk menaikkan pendapatan negara, kebijakan tersebut sekali lagi dianggap sangat tidak tepat. 

rokok

Ketua Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Mohammad Azami mengatakan, sekurang-kurangnya 10 juta orang di dunia, baik secara langsung maupun tidak langsung yang menggantungkan sumber kehidupannya dari tanaman tembakau. Mereka diantaranya adalah para petani tembakau, ribuan industri rokok kretek, pedagang klontongan, industri periklanan, dan lain-lain. Khusus untuk Indonesia, 6 juta orang menggantungkan hidup dari industri tembakau ini.