orang merokok

Kenaikan Cukai Rokok Berpotensi Merumahkan Ribuan Pekerja

Dalam kurun sewindu terakhir, setidaknya ada 56.616 pekerja pembuat kretek tangan yang harus kehilangan pekerjaan. Angka itu belum ditambah pekerja rokok sigaret kretek tangan (SKT) yang tidak tercatat.

 rokok

“Dalam waktu 8-9 tahun produksi turun, ya penghasilannya turun. Jumlah yang kehilangan pekerjaan cukup besar, mencapai 56 ribu tenaga kerja,” kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman, Bapak Sudarto.

Ia mengatakan pekerja pembuat rokok SKT kebanyakan adalah pekerja yang diupah berdasarkan jumlah rokok yang dapat diproduksinya. Dengan demikian, jika produksi turun, pendapatan mereka pun ikut terseret.

Rata-rata para pekerja SKT tersebut adalah orang-orang yang taraf pendidikannya rendah, sehingga pekerjaan serabutan menjadi pilihan untuk bertahan hidup. Sudarto mengatakan bahwa Industri rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) menyerap banyak jumlah tenaga kerja.

rokok

Kenaikan cukai rokok yang selama ini selaku menjadi agenda pemerintah disebut menjadi salah satu sebab turunnya produki kretek tangan. Maklum saja, cukai yang mahal membuat modal produksi juga meningkat, sehingga mau tak mau, banyak perusahaan kretek yang kemudian memangkas produksinya.

Rencana kenaikan harga cukai rokok ini juga mendapatkan perhatian dari Ibu Enny Sri Hartanti. Beliau adalah Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Enny menerangkan penetapan besaran cukai yang berubah-ubah ini dapat membuat pelaku industri baik skala besar dan kecil kesulitan dalam menentukan langkah bisnisnya kedepan.

orang merokok

Misalnya saja, dalam PMK Nomor 146 tahun 2017, Pemerintah menaikkan tarif cukai rokok sebesar 10,04 persen yang berlaku mulai 1 Januari 2018. Padahal, dua tahun sebelumnya, tarif cukai rokok sudah naik sebesar 10,54 persen. 

Selain menaikkan cukai rokok, melalui PMK 146 tahun 201, Pemerintah juga berencana menyederhanakan golongan tarif cukai.

Beleid tersebut mengatur mengenai pengurangan golongan tarif cukai, penerapan kenaikan tarif bagi industri yang memproduksi rokok putih dan rokok kretek dengan cara menghitung total kumulasi produksi keduanya mulai tahun 2019, penyamaan tarif cukai antara jenis rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) pada 2020, dan menghilangkan golongan I-B Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Menurut Enny, pemerintah tidak bisa secara serta merta menyederhanakan golongan rokok. Pasalnya, Indonesia memiliki banyak jenis rokok tidak seperti di negara lain yang hanya mengenal golongan SPM.

rokok

Jenis industri rokok di Indonesia ada banyak sekali, dan rerata adalah industri kecil yang berfokus pada produksi Sigaret Kretek Tangan. Dan jumlah serapan tenaga kerjanya cukup besar. Kenaikan tarif cukai yang diberlakukan untuk semua jenis rokok akan sangat berpengaruh pada tenaga kerja rokok di Indonesia. Belum lagi jika benar adanya penyederhanaan jenis rokok, akan sangat menambah daftar Panjang kerugian Industri dan banyaknya pemutusan hubungan kerja akibat pengurangan buruh. Pemerintah wajib betul memperhatikan hal ini.