Cukai rokok

Kenaikan Tarif Cukai Rokok Di Atas 10% Tidak Bagus Untuk Perekonomian

Rencana pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia untuk menaikkan target penerimaan dari cukai hasil tembakau sebesar 9% di 2020 menimbulkan persoalan. Kenaikan ini bahkan lebih tinggi dari usulan kenaikan dari Direktorat Jendral Bea dan Cukai yang hanya sebesar 8,2%. Hal ini nantinya akan berdampak pada besaran kenaikan tarif cukai bagi pabrikan untuk tahun depan.

Menurut Direktur Jendral Bea dan CUkai Heru Pambudi, rencana kenaikan penerimaan cukai menjadi 9% di 2020 akan berdampak pada usulan kenaikan tarif. Agar rencana penerimaan tersebut bisa tercapai, pemerintah harus menaikkan tarif cukai rokok di atas 10% pada 2020. Jika tidak, bisa jadi target penerimaan tidak tercapai.Cukai rokok

Menanggapi hal ini, anggota Banggar DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo menolak kenaikan tarif cukai di atas 10%. Menurutnya, ada banyak cara untuk menggenjot penerimaan cukai tanpa kenaikan tarif di atas 10%.

“Cukai rokok ini saya sudah sampaikan ke Dirjen Bea Cukai, saya menolak dengan tegas kenaikan tarif cukai double digit tahun depan. Saya minta untuk tidak dinaikkan,” ujarnya (3/9/2019).

Ia menilai ada dampak negatif dari kenaikan cukai di atas 10%. Terutama hal ini akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Jika tarif cukai naik terlalu tinggi, dikhawatirkan daya beli masyarakat akan turun dan itu berdampak pada sektor UMKM.

‚ÄúDari sisi UKM kalau rokok mahal maka UKM tidak mampu. Karena dari 57 juta UKM di Indonesia, sebesar 25% adalah penjual rokok, dan kalau mereka tidak mampu lagi nanti, maka timbul jutaan pengangguran karena cukai rokok naik,” tegasnya.Cukai rokok

Perlu diketahui, sejak 2011 hingga 2017 telah lebih dari 1000 perusahaan rokok gulung tikar. Ada beberapa faktor yang memengaruhi, tapi salah satu yang utama adalah kenaikan tarif cukai. Apalagi jika lebih dari 10%, hal ini akan membawa kesulitan bagi masyarakat dan pemerintah.

Sekadar mengingatkan, beberapa tahun lalu target penerimaan cukai dari tembakau pernah tidak tercapai karena kenaikan tarif cukai rokok yang terlalu tinggi. Hasilnya, target pendapatan tidak tercapai, dan banyak pabrik kecil justru bangkrut. Jika hal ini kembali terjadi, maka perekonomian bukannya akan membaik malah semakin buruk, dan efeknya akan semakin menyengsarakan rakyat.

Category : Kabar
Tags :