Cukai rokok

Kenaikan Tarif Cukai Tidak Pengaruhi Industri Rokok Itu Omong Kosong

Kebijakan kenaikkan tarif cukai rokok yang tinggi dianggap tidak akan memberatkan industri, baik besar ataupun kecil. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah. Pokoknya, karena fokus untuk mengurangi konsumsi, industri tidak bakal kena dampak.

Kita tidak tahu bagaimana ceritanya seseorang yang mendaku diri sebagai direktur dari suatu lembaga riset bisa berpendapat seperti demikian. Soalnya, jangankan industri besar, para pemilik pabrikan kecil saja sedang gencar-gencarnya melakukan protes. Karena, dampak buat industri ini bakal berakibat kepada sektor lain seperti pekerja dan petani.

Sepanjang periode 2010-an ini, sekitar 1000 pabrik rokok tutup karena bangkrut dan tak mampu berproduksi lagi. Semua ini terjadi lantaran kebijakan dari pemerintah yang memberatkan industri. Mulai dari kebijakan cukai yang selalu tinggi dan mendapatkan momen tertinggi tahun depan, hingga kebijakan semacan penggunaan gambar peringatan di bungkus rokok yang juga telah mematikan banyak industri kecil.

Walau memang pandangannya terkait efek terberat bakal langsung dirasakan oleh konsumen, tapi ya pabrikan dan sektor lainnya bakal kena dampak besar juga. Jika kemudian rokok premium tidak laku, pabrikan bakal mengurangi produksi yang berdampak pada pengurangan kuota pembelian tembakau. Jika sudah begini, ya petani yang bakal merugi.

Kemudian, suka atau tidak, SKT yang paling digemari oleh publik saat ini masih yang levelnya premium. Dan suka atau tidak, itu yang menyerap tenaga kerja dengan signifikan. Jikalau kemudian pembeliannya menurun, hal ini tentu akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja yang jumlahnya ya tidak sedikit itu.

Melihat semua efek kenaikan tarif cukai tersebut, kan tidak mungkin kita menyebut industri kretek tidak akan terdampak oleh kenaikan tarif. Justru, yang masih bisa fleksibel menghadapi kenyataan pahit ini ya konsumen kretek. Mereka bisa membeli rokok golongan 2 atau golongan 3 yang relatif lebih murah harganya. Kalau industri, begitu kena dampak ya paling buruknya mereka harus menutup pabrik.

Dengan begitu, tidak bisa kita menyatakan kalau industri tidak akan terdampak kenaikan tarif cukai. Pernyataan kalau industri tidak bakal tutup karena kebijakan ini juga ngawur. Coba saja lihat tahun depan, palingan perusahaan yang masih bertahan ya pabrikan besar dengan modal  yang juga besar. Itu pun, mereka yang bermodal besar masih ketar-ketir menghadapi persoalan pembelian tembakau dan pengurangan tenaga kerja.

Category : Artikel
Tags :