petani tembakau

Ketika Petani Tembakau Menolak Mengganti Komoditas Tanaman Mereka

Salah satu agenda serangan kelompok antirokok terhadap industri rokok di Indonesia adalah dengan menyerang para petani tembakau. Salah satu isu yang diwacanakan adalah menanam tembakau itu hanya merugikan petani dan membuat mereka tetap miskin. Karena itu, lebih baik petani berhenti menanam tembakau dan beralih ke tanaman lain.

Dalam isu yang dibawa, mereka dibujuk rayu oleh keuntungan dari menanam komoditas jenis lain. Katanya sih, tembakau itu tidak menguntungkan. Katanya lagi, ada banyak petani tembakau miskin. Karena itu, lebih baik meninggalkan tanaman tembakau yang cuma bisa ditanam semusim itu.

Dengan bujuk rayu itu, ada sebagian petani yang mengalihfungsikan lahannya untuk menanam kopi. Bahwa itu adalah hak mereka, ya kita tidak bisa melarangnya. Namun dengan menanam tanaman tahunan seperti kopi, para petani tidak bisa menanam tanaman jenis lain di sela pergantian musim, yang untuk kasus tembakau justru menguntungkan.

Jadi begini, tembakau masuk kategori tanaman semusim. Untuk varietas yang biasa ditanam, bisanya masa tanam berkisar pada musim kemarau. Karena itu, ketika musim tidak baik untuk ditanami komoditas macam padi atau cabai, petani memilih untuk menanam tembakau. Dan karena itu mereka mendapat keuntungan yang berlipat ganda.

Ketika masuk musim kemarau, tanaman seperti padi yang membutuhkan banyak air terlalu merepotkan untuk diurus. Mereka rentan mati jika kekurangan air. Sementara tembakau justru berkarakter sebaliknya, tidak membutuhkan banyak air. Jadi di musim kemarau itu para petani tembakau bisa mendapatkan untung tatkala menanam tembakau yang tidak banyak menyita air.

Nantinya, ketika masuk musim hujan, tembakau sudah selesai panen. Lahan yang kosong pun bisa ditanami oleh padi, jagung, atau cabai bergantung kultur dari petaninya sendiri. Jadi ketika mereka tidak menanam tembakau, mereka bisa mendapatkan penghasilan dari komoditas lainnya. Hal ini bisa terjadi karena tembakau merupakan tanaman musiman, beda dengan kopi.

Keuntungan dari menanam tembakau biasaya dijadikan simpanan bagi para petani untuk menghadapi musim-musim yang lain. Sementara, pendapatan dari komoditas lainnya dijadikan pegangan untuk hidup mereka sehari-hari. Inilah yang membuat keuntungan petani tembakau menjadi berlipat, sudah hidup lebih terjamin, mereka punya simpanan juga.

Karena itulah, biar bagaimana pun, menanam tembakau memberikan keuntungan tersendiri pada petani. Karena, mereka bisa tetap menanam dan memproduksi komoditas di musim kemarau dan penghujan. Lagipula, kalau memang tembakau itu merugikan, harusnya sudah sejak lama para petani tembakau beralih ke tanaman lain tanpa perlu didorong oleh kelompok antirokok.

 

Category : Artikel
Tags :