rokok indonesia

Kretek: “Clove Cigarette” berjuluk “rokok obat”

Rokok khasi Indonesia itu bernama Kretek. Seorang kreatif asal Kudus, Haji Djamhari menemukan kretek sekitar tahun 1870-1880. Mula-mula, rokok itu diperuntukkan untuk mengobati penyakit bengek yang diderita oleh Djamhari.

Karena khasiatnya sebagai obat, maka rokok Haji Djamhari itu juga dikenal (mendapat julukan) sebagai “rokok obat” pada masa itu. Pada perkembangannya orang Indonesia lebih suka menyebutnya kretek, sesuai dengan bunyi suara yang muncul dari ketika rokok campuran cengkeh-tembakau ini ketika dibakar. Adapin, istilah seperti “Clove Cigarette” (rokok cengkeh) biasanya digunakan dalam konteks produk dan brand, terutama di pasar luar negeri.