PB Djarum

Kronologi Kemarahan Masyarakat Pada KPAI dan Dukungan Bagi PB Djarum

Senin (9/9) mungkin adalah salah satu hari paling berat yang pernah dialami para staf dan komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Seharian penuh, mungkin malah lebih, mereka habis-habisan dirisak oleh masyarakat atas sikap mereka terhadap PB Djarum. Sejak beberapa bulan lalu, KPAI memang meminta agar PB Djarum menghentikan audisi atlet bulutangkis yang telah mereka lakukan belasan tahun. Hasilnya, PB Djarum memutuskan untuk menghentikan audisi, dan masyarakat marah betul pada KPAI.

Bagi masyarakat, bulutangkis adalah cabang olahraga harapan dan membanggakan yang dimiliki oleh negara ini. Ketika cabang olahraga populer macam sepak bola gagal menemukan taji dan melempem di hadapan negara lain, hanya bulutangkis yang menjadi oase atas suramnya prestasi negara ini di dunia internaional. Karena itu, ketika PB Djarum sebagai salah satu klub bulutangkis paling besar di Indonesia pamit dari ajang pembibitan atlet, masyarakat kecewa dan marah pada KPAI sebagai penyebabnya.

Sejauh ini, KPAI memang selalu bicara bahwa mereka hanya menjalankan amanat regulasi. Bahkan, mereka mengklaim tidak pernah berniat menghentikan audisi bulutangkis itu. Meski begitu, berkat kekuatan ponsel jadul dan kegigihan netizen, berkas digital berupa surat dengan cap dan tandatangan ketua KPAI yang meminta PB Djarum menghentikan audisi ramai beredar di media sosial. Hujatan dan umpatan disematkan pada KPAI, pihak yang masyarakat sama-sama tahu paling pantas dipersalahkan.

Selama beberapa bulan ini berita soal polemik KPAI dan PB Djarum memang kerap menghiasi media. Namun, barulah ketika PB Djarum memutuskan pamit, masyarakat benar-benar marah dan muak. Bagi mereka, PB Djarum adalah klub bulutangkis kebanggaan masyarakat. Ini lebih dari persoalan rokok, ini soal kebanggaan dan masa depan bulutangkis Indonesia.

Dalam klaimnya, KPAI menuduh PB Djarum telah melakukan eksploitasi anak lewat audisi atlet secara terstruktur, sistematis, dan masif. Oke, yang terakhir hanya tambahan belaka, tapi tuduhan itu benar dilakukan oleh KPAI. Selain itu, KPAI juga menuduh jika audisi PB Djarum adalah promosi terselubung produk rokok. Jadi demi melindungi masa depan anak-anak, audisi tersebut harus dihentikan. Kalaupun mau lanjut, jangan pakai kaos bertuliskan Djarum Badminton Club untuk peserta.

Setelah polemik agak berlarut, KPAI akhirya melakukan audiensi dengan PB Djarum. Hasilnya, diskusi mentok karena KPAI minta Djarum sama sekali tidak terlibat di audisi. Padahal, PB Djarum telah menyetujui agar tidak ada kaos peserta dengan tulisan Djarum Badminton Klub dan mau mengubah nama audisi. Karena tidak mampu menemukan jalan tengah, akhirnya PB Djarum memutuskan untuk memenuhi permintaan KPAI, yakni untuk menghentikan audisi atlet mereka.

Mungkin KPAI tidak menyangka kalau tuntutan mereka benar-benar dipenuhi PB Djarum. Atau mungkin, niatnya permintaan menghentikan audisi atlet itu hanya berlaku sementara, selama mereka sudah mau mengikuti permintaan KPAI. Sialnya, PB Djarum telah bersikap dengan amat prinsipil, jika memang diminta berhenti ya tinggal berhenti. Gitu aja kok repot.

Kini, tinggal KPAI yang menikmati hebatnya kemampuan masyarakat kita dalam mengumpat dan merisak. Apalagi, kemarahan mereka timbul atas blunder KPAI, dan bayangan suramnya olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia. Selamat, KPAI, kalian telah berhasil menghentikan audisi PB Djarum dan membuat marah mayoritas rakyat Indonesia.

Category : Artikel
Tags :