manfaat rokok

Pengusaha reklame protes larangan iklan rokok ala Ahok

Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja untuk melarang peredaran reklame rokok dan produk tembakau di Jakarta, dinilai merugikan banyak kalangan. Bukan hanya mereka yang langsung berhubungan dengan industri rokok (petani tembakau, petani cengkeh, buruh, dan produsen rokok), kebijakan itu juga dinilai merugikan para pengusaha reklame.

Ketua Asosiasi Media Luar Ruang Indonesia (AMLI) DKI Jakarta Nuke Maya Saphira mengkritik keras terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Larangan Penyelenggaraan Reklame Rokok dan Produk Tembakau pada Media Luar Ruang.

“Pendapatan kami akan menurun karena iklan terbanyak itu dari perusahaan rokok. Perusahaan yang paling berani mempelopori tiang reklame besar itu iklan rokok, inovasi media luar ruang,” ‎kata Nuke, saat dihubungi, di Balai Kota, Jumat (23/1/2015).

Menurut dia, kebijakan pelarangan iklan rokok ini harus ditinjau lagi sebab perusahaan rokok menciptakan lapangan pekerjaan dan cukai menambah pendapatan asli daerah (PAD). “Income-nya bagus pada PAD, nilai media luar ruang juga akan besar. Untuk Pemda sendiri juga akan sangat menguntungkan,” kata Nuke.

Sumber: tribunnews.com