petani tembakau

Manten Mbako, Prosesi Perkawinan Daun Tembakau Jelang Masa Panen

Memasuki masa panen tembakau yang jatuh di kisaran bulan Agustus, para petani tembakau biasanya memiliki tradisi tersendiri sebagai ungkapan rasa terima kasih dalam penyambutan panen tersebut. Seperti yang dilakukanb= para petani di Desa Reco Wonosobo, mereka melakukan sebuah ritual dengan ‘mengawinkan’ tembakau yang akan dipetik. Tradisi ini telah berlangsung sejak lama dan turun-temurun dijalankan jelang peting pertama tembakau.

Tradisi ini dijalankan para petani di ladang masing-masing dengan ritual utama mengawinkan tembakau yang akan dipetik. Biasanya, ritual ini dimpimpin oleh tetua adat setempat. Yang membuatnya menjadi unik, ritual ini menampilkan 7 jenis ingkung bucu lengkap, dan semuanya dibuat dari jenis ayam berbeda dengan bulu yang juga berbeda warnanya

rokok

Namun belakangan, dalam prakrik ritualnya petani tidak lagi menggunakan ingkung 7 jenis tersebut. Selain karena ada faktor biaya, di tataran masyarakat juga terjadi perubahan budaya. Terutama untuk para anak muda di generasi penerus petani saat ini.

Karena itu, pada agenda Miwit Metik Sata tahun ini, setiap desa melakukan agenda sesuai adat dan kelengkapannya masing-masing. Misalnya seperti yang diadakan di pusat Dusun Anggrunggondok. Di sana disediakan berbagai kelengkapan adat termasuk keberadaan ingkung bucu tujuh jenis. Kelengkapan lainnya ialah golong dan giling disamping bucu sesuai harinya dan bubur abang putih.

Lalu tujuh macam air minum seperti aneka wedang, kopi, kopi pait, teh pait legi, susu, jembawut, santen, karang kambang, dan lainnya. Uba rampe lainnya ialah jajan pasar mulai yang rasanya manis, asin, gurih, hingga asam. Seperti pepesan utri (serundeng gula), pasung (mangkokan contong), apem, aneka jenang, cucur, dan lainnya. Kelengkapan lain selain makanan seperti kinang, kembang boreh dan kembang kanthil kenanga.

petani tembakau

Semua peserta kemudian akan mengiringi arak-arakan tumpengan tersebut sampai di lokasi dan mengikuti prosesi Manten Mbako atau perkawinan daun tembakau. Ritual semacam ini terus dilakukan setiap tahnnya agar generasi muda makin tahu dengan kearifan lokal masyarakat. Dan kemudian tidak melupakan akar kehidupan mereka di sektor pertanian tembakau.

Category : Artikel
Tags :