perokok

Memangnya Jumlah Perokok Bisa Menurun Akibat Cukai Tinggi?

Agak mengherankan juga ketika tahu bahwa beberapa pejabat publik mengatakan bahwa naiknya cukai dapat mengendalikan jumlah perokok. Ya komentar tersebut keluar dari mulut Mentri Keuangan kita, Sri Mulyani. Bukan hanya dia, komentar serupa juga hadir dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi.

Kalau boleh dibilang, asumsi mereka kelewat pede. Orang-orang yang terlalu pede, seringkali keliru. Bukan tanpa sebab, penilaian mereka terhadap orang-orang perokok terlalu beku. Mereka harusnya tahu bahwa para perokok punya satu juta cara untuk menyiasati situasi dan regulasi.

Cukai tinggi yang mengakibatkan mahalnya harga rokok memang menyiksa kantong para perokok. Tapi bukan berarti hal tersebut membuat mereka berhenti merokok. Ayolah, harusnya para pejabat publik tahu bahwa perokok selalu dibekali ide-ide kreatif.Perokok Perempuan

Misalnya saja pada kasus peringatan di bungkus rokok. Beberapa perokok justru mengupas gambar tersebut agar tak terlihat menakutkan lagi. Beberapa orang lainnya, dengan bekal keahlian lebih tinggi, menggambar bungkus rokok tersebut dengan sentuhan seni yang dimilikinya. Kreatif kan?

Lalu soal harga rokok yang mahal. Betul bahwa hal tersebut menyiksa kantung para perokok, tapi, itu tak bisa jadi alasan untuk mereka berhenti merokok. Sekali lagi, dan sepertinya harus jadi catatan para pejabat: para perokok itu kreatif.

Misalnya begini, kalau perokok itu sebelumnya penikmat rokok kelas premium, mereka bisa menurunkan kualitasb konsumsi mereka ke rokok-rokok kelas menengah. Yang penting bisa udud, kan.

Ada juga sebagian dari perokok yang justru otaknya kelewat jenius. Orang-orang seperti itu biasanya mengandalkan kemampuan bicaranya untuk mendekati teman-temannya yang memiliki rokok. Modal bla-bla-bla, tahu-tahu bisa dapet berbatang batang rokok. Ya itulah gunanya punya banyak teman, kan?

Atau hal lainnya lagi, beberapa perokok memilih jalan untuk melinting sendiri. Oranf-orang ini biasanya punya idealis yang tinggi, haha. Ya daripada harus tunduk ama regulasi nyiksa, melinting sendiri adalah cara paling bijaksana. Ada juga yang lebih memilih untuk mengonsumsi rokok ilegal. Alasan mereka karena rokok tanpa cukai jelas lebih murah. Ya, harus diakui itu cara paling rebel sih.kretek tangan dengan cukai rokok

Tapi, sebenarnya pemerintah tahu gak sih hal-hal diatas? Karena kalau mereka benar-benar gak tahu, itu parah sih. Keadaan justru akan berbahaya, niat hati untuk mengendalikan rokok melalui cukai tinggi. Eh, justru jumlah perokok tak menurun, malahan pendapatan negara yang berkurang. Boleh kasihan gak sih sama pemerintah?

Category : Artikel
Tags :