cengtkeh

Membaca Sejarah Cengkeh di Afrika

Berbicara tentang cengkeh di Afrika, baiknya kita perlu menyempatkan waktu dan menuntun ingatan kita ke dataran Afrika Tengah: Pulau Zanzibar dan Stone Town. Sejarah mencatat bahwa daerah tersebut pernah menjadi penghasil cengkeh nomor satu, dibawah Kesultanan Oman.Cengkeh menjadi salah satu komoditi pilihan disana. Bahkan sudah tak diragukan lagi oleh dunia bahwa komditas yang dihasilkan ini berkualitas tinggi. Tentu hal tersebut membawa keberkahan sendiri bagi para petani cengkeh disana.

Zanzibar sendiri merupakan salah satu jenis cengkeh andalan dalam setiap campuran produk rokok. Dengan daun kurus ramping memanjang. Daun yang sudah tua berwarna hijau tua. Percabangannya tidak terlalu rimbun. Bunganya berwarna merah pekat dengan produksi tiap rumpunnya paling tinggi di antara jenis cengkeh lainnya.Cukai rokok

Tapi sekali lagi yang harus ditekankan adalah kata: pernah. Kini bahwa Pulau Zanzibar dan Stone Town menjadi penghasil cengkeh besar dunia kini tingga; menjadi legenda. Menjadi pengisi beberapa halaman dari tebalnya buku sejarah.

Lagi-lagi monopoli korporat menjadi musuh utama disana. Menyengsarakan para petani yang sudah bergantung pada komoditi tersebut. Akibatnya keuntungan petani menurun. Sudah pasti tak bisa lagi terus bergantung.

Pada tahun 2011 mereka hanya menyumbang 8% dari total produksi cengkeh di dunia. Sebuah angka yang bisa dibilang kecil saat berkaca pada sejarah. Barangkali hal ini bisa jadi bahan pembelajaran pemerintah Indonesia mengingat saat ini kita menjadi penghasil cengkeh terbesar di dunia. Bahkan beberapa daerah di indonesia diakui dunia sebagai yang terbaik.

kretek tangan dengan cukai rokok

Jangan sampai nasib petani cengkeh Indonesia sama seperti yang dialami petani di Afrika, pada masanya. Menjadi korban penindasan monopoli korporat. Hingga ujungnya, hanya jadi sejarah.

Sebab saya tak bisa membayangkan, jika nantinya hal yang saya takutkan menimpa produksi cengkeh di indonesia. Atau bahkan yang lebih buruknya lagi, indonesia tak memproduksi cengkeh. Mungkin merokok sudah tak terlalu nikmat lagi. Sebab bicara soal kretek, cengkeh merupakan unsur penting. Yang mempengaruhi cita rasa serta aroma dari tiap isapannya.

Di indonesia sendiri, industri cengkeh masih tetap berjaya. Bahkan terus mengalami peningkatan. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), untuk periode Januari-November 2018 ekspor cengkeh indonesia meningkat 211,44% dari tahun sebelumnya. Jelas hal tersebut merupakan gambaran cerah industri cengkeh Indonesia.

Petani juga tak selalu mengandalkan penyerapan hasil produksi dari industri rokok berskala besar. Mereka juga menjual ke industri-industri rokok rumahan. Sebab di Indonesia sendiri, selama kretek masih ada, maka petani tak akan takut kehilangan tempat di hati masyarakat.

Category : Kabar
Tags :