rokok budaya

Menengok kenyamanan ruang merokok di Jepang

Ada cerita menarik dari praktisi hukum Gabriel Mahal, tentang ruang merokok di Jepang. Cerita ini disampaikan oleh Gabriel Mahal lewat akun Twitter-nya The Art of TingWe (@GabrielMahal). Mahal menceritakan pengalamannya menjajal ruang merokok di atas kereta api peluncur Shikansen. Kereta api yang kecepatannya bisa mencapai 600 km/jam itu dioperasikan oleh Japan Railways Group, perusahaan kereta api nomor satu di Jepang. Shikansen menyediakan gerbong khusus untuk para perokok.

Menurut Mahal, ketika dirinya menyampaikan hajatnya untuk merokok kepada petugas, dengan ramah ia diantar ke gerbong khusus tersebut. Mahal juga menjadi satu-satunya penyebar asap kretek di atas kereta Shikansen ketika itu.

Di gerbong bernomor 15, Mahal bisa menikmati kenyamanan dan hak-haknya sebagai perokok. Gerbong dilengkapi dengan kursi empuk, berikut asbak, dan tidak ada peringatan konyol seperti “Merokok Membunuhmu”. Para penumpang perokok tua-muda, dengan nyaman asik klepas-klepus hanyut dalam asap rokok.  Di sebuah negara yang tidak –secara langsung– memiliki tradisi budaya merokok, hak para perokok sangat dihargai. Berbeda 180 derajat, dengan Indonesia –yang punya budaya kretek– justru kebanyakan ruang merokok kurang memadai, serta terkesan mendiskriminasi perokok.

Berikut tweet @GabrielMahal yang ditandai dengan tagar #Gerbong15.

Foto Ilustrasi atikel dari Twitter @GabrielMahal.