orang merokok

Mengapa Penting Menyediakan Ruang Khusus Merokok

“Dunia boleh terlihat genting oleh kampanye ‘Hari Tanpa Tembakau Sedunia’. Industri farmasi boleh sibuk menimbang-nimbang dampak nikotin daun tembakau bagi kesehatan tubuh. Namun, di smoking area, kaum pengiman kretek ini tampak bergeming, kalis dari isu-isu yang (seharusnya) membikin jeri dan ciut nyali.”

Ungkapan itu ditulis oleh Komang Armada, seorang petani cengkeh dari Bali, begitu tiba di bandara Ngurah Rai Bali. Menurutnya, di smoking area, merupakan pembebasan dari jam-jam yang menyiksa di kabin pesawat: siksaan dari dingin suhu, oleh regulasi ‘penerbangan bebas asap rokok’ dan phobia ketinggian.

rokok

Di ruang merokok itulah, Komang menyaksikan orang-orang dengan ringan menawarkan dua benda yang tak bisa dipisahkan, rokok dan geretan. Di smoking area, setiap asap kretek ditiupkan berkali-kali ke udara, dimain-mainkan angin, kemudian lenyap dalam sekedipan. Seolah di antara mereka memberi kabar bahwa dunia sedang baik-baik saja.

orang merokok

Namun, Komang menyangkan, selama ini persoalan rokok masih berkutat soal itu-itu saja: kesehatan dan hak perokok. Sekalipun sudah ada regulasi terkait ruang khusus merokok, pada implementasinya belum dilaksanakan dengan baik.

rokok

“Sampai detik ini pun pemerintah masih memandang sebelah mata warganya, mendiskriminasikan para konsumen produk tembakau. Pemerintah seakan menjadi penikmat tembakau adalah golongan warga negara yang dianggap tidak pantas tinggal di negeri yang subur dengan tanaman tembakau. Hal ini jelas menunjukkan bahwa negara telah tidak adil terhadap rakyatnya.”

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto