orang merokok

Menggugat Desain Smoking Room “Kuburan” ala Bandara Husein Sastranegara

“Lagi di airport Bandung. Masuk ke smoking room, ruangan sangat sempit ukuran mungkin 2,5 x 1,5 meter, desain dinding seperti tanah coklat kemerahan. Abis ngisep rokok, iseng lihat ke atas, ada gambar Ibu-Ibu, Bapak Bapak lagi tabur bunga dari atas. Feeling langsung enggak enak, buru-buru matiin rokok terus keluar,” tulis Dode Yogiswara dalam akun facebooknya, Jumat (10/8) lalu pukul 14.06 WIB.

Begitu diunggah hingga Minggu (12/8) siang postingan terkait smoking room dengan desain liang kuburan tersebut sudah disukai oleh 5.832 netizen dengan komentar sebanyak 1.36 dan sebanyak 16.657 orang membagikan postingan tersebut.

rokok

Postingan viral tersebut banyak yang membagikan dan bersliweran di sosial media di luar Facebook. Banyak komentar pro dan kontra menyoal desain ruang smoking room di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Pihak penyedia ruangan dianggap salah satu pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban dari hal ini.

Melihat perdebatan tersebut, salah satu pihak dari Bandara mengatakan, Officer In Charge (OIC) Bandara Husein Sastranegara, Idi Sunardi membenarkan adanya smoking room dengan desain seperti itu. “Iya betul ada, itu hanya untuk fasilitas pagi pengguna jasa kami.”

orang merokok

Penyediaan ruangan merokok adalah wajib, bagi semua penyedia jasa layanan di Indonesia. Misalnya seperti mall, bandara, kantor-kantor baik swasta maupun Pemerintah. Hal ini harus dipenuhi oleh seluruh pihak, tak boleh ada diskriminasi. Aktivitas merokok adalah legal dan dilindungi hukum. Oleh karena itu desain ruangan merokok harus memberikan kenyamanan untuk penggunanya, bukan malah membuatnya tidak betah.

Desain ruangan khusus merokok di Bandara Husein Sastranegara, Bandung menyalahi aturan kenyamanan, dan privilege bagi para perokok. Dan mereka bisa dituntut karena menyalahi aturan ini. 

rokok dan kopi

Sudah sewajarnya, bagi para pemilik ruang jasa, seperti mall, kantor dan gedung-gedung membuat ruang khusus merokok. Tak hanya membuat, namun menjamin kenyamanan para penggunanya, sebab aktivitas merokok adalah legal dan dilindungi oleh hukum di Indonesia. Para perokok juga adalah konsumen yang wajib diberikan privilege, sebab dalam satu batang rokok, mereka menyumbang pajak cukai yang cukup besar kepada Negara.