Mereka yang Melawan Tuduhan KPAI

Berdasar pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, polemik antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Persatuan Bulutangkis Djarum sudah selesai. PB Djarum akan melanjutkan audisi lagi, KPAI menarik surat resmi penghentian audisi bulutangkis oleh mereka. Semua berakhir dengan baik, setidaknya berdasar klaim Menpora.

Kesepakatan di kantor Kemenpora terjadi lantaran kemarahan masyarakat pada KPAI. Sebelumnya, PB Djarum memutuskan untuk menghentikan audisi bulutangkis mulai tahun depan setelah direcoki oleh beragam permintaan KPAI. Keputusan PB Djarum ini kemudian membuat masyarakat marah, dan banyak pihak justru melawan keputusan KPAI.

Ada banyak sekali pihak yang melawan KPAI. Tidak hanya para atlet dan mantan atlet bulutangkis berprestasi Indonesia, namun juga kepala daerah dan anggota kabinet Republik Indonesia. Mulai dari Susi Susanti hingga Kepala Staf Kepresidenan Muldoko. Mereka semua menolak dan melawan sikap KPAI karenakecintaan akan bulutangkis dan segala sumbangan prestasi dari PB Djarum.

Melati Daeva, misalnya, atlet ganda campuran Indonesia membantah tuduhan eksploitasi anak oleh KPAI kepada PB Djarum. Menurutnya, tidak ada eksploitasi anak dalam audisi bulutangkis PB Djarum. Dirinya pun tidak pernah merasa dieksploitasi hanya karena menggunakan kaos Djarum Badminton Club. Apalagi, baginya, menggunakan kaos tersebut adalah satu kebanggaan bagi para atlet.

Setahu saya audisi tidak ada yang jual rokok, kaus Djarum juga tidak harus dipakai. Tapi, siapa sih yang tidak mau pakai kaus dari Djarum Badminton Club?” kata Melati. Baginya, masuk klub seperti PB Djarum adalah mimpi semua anak Indonesia yang cita-citanya mau jadi atlet bulutangkis.

Tidak hanya atlet, kepala daerah seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo juga melawan anggapan KPAI terhadap PB Djarum. Ganjar bahkan meminta PB Djarum melanjutkan audisi bulutangkis dengan jaminan dirinya sebagai Gubernur jika masih dipersoalkan.

“Silakan dilanjutkan, Gubernur Jawa Tengah akan bertanggung jawab penuh jika masih dipersoalkan,” jelasnya.

Menurut Ganjar, prestasi olahraga Indonesia ini masih jelek. Karena itu, pembinaan atlet seperti yang PB Djarum lakukan harus tetap berjalan. Ia juga menganggap tuduhan eksploitasi oleh KPAI pada program pembibitan atlet ini sebagai hal yang aneh.

Sementara itu, FX Rudi juga menyatakan perlawanan terhadap KPAI. Mewnurutnya, tuduhan eksploitasi anak itu tendensius dan mengada-ada. Harusnya, menurutnya, KPAI juga memikirkan mimpi yang dimiliki anak-anak itu. Dan apa yang dilakukan KPAI atas pamitnya PB Djarum ini adalah hal yang merugikan buat bangsa dan negara.

“Sebenarnya dasar KPAI menganggap eksploitasi anak yang dilakukan Djarum itu apa? Eksploitasi di bagian mana? Kecuali jika ada anak dipekerjakan untuk melinting rokok, itu baru namanya eksploitasi,” ungkap Walikota Solo ini.

Bahkan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan akan jika hal yang dilakukan oleh PB Djarum adalah eksplorasi kemampuan anak Indonesia sehingga mampu menjadi juara. Dirinya juga menyatakan akan membela keinginan anak-anak Indonesia untuk menjadi juara dengan pembinaan bersama PB Djarum.

“Anak-anak di sini merasa senang tanpa beban. Dengan rasa senang, bangga, mereka terbentuk karakter juara untuk meraih impian besar bila dipersiapkan latihan,” jelasnya.

Category : Artikel
Tags :