Orang Merokok

ORANG MEROKOK TINGWE SEBAGAI PILIHAN

Orang Merokok Tingwe, yang merupakan singkatan dari ngelinting dhewe (melinting sendiri) menjadi pilihan bagi sebagian orang untuk bisa terus merokok. Termasuk di kalangan anak-anak muda. Kecenderungan tingwe diminati kembali karena menjadi alternatif dari melambungnya harga rokok karena pemerintah menaikkan harga cukai setiap tahunnya.

Orang Merokok

Rokok Tingwe ini banyak diminati terutama oleh orang-orang tua. Beberapa malah menjadikan tingwe bukan sebagai alternatif, namun justru sebagai rokok pilihan utama. Hal ini karena bagi sebagian orang, merokok tingwe memberikan sensasi rokok tersendiri yang tidak bisa didapatkan dari rokok kretek atau rokok filter konvensional.

Orang Merokok

Jika dibandingkan dengan rokok biasa, orang merokok tingwe memerlukan usaha sedikit lebih banyak, karena dengan cara melinting sendiri, perokok perlu membeli secara terpisah bahan baku rokok tingwe, mulai dari tembakau rajang, cengkeh, dan kertas rokok, bisa pula ditambah saus. Beruntung, aneka bahan baku tersebut cukup mudah didapatkan di toko-toko yang spesifik menjual tembakau atau di pasar-pasar tradisional.

Rokok

Dengan tingwe harga rokok bisa lebih murah dan dari segi kualitas bisa menentukan secara mandiri. Ya lebih murah, sebagai contohnya satu bungkus tembakau cap Jangkar dibanderol dengan harga Rp5.500. Sedangkan untuk kertas rokok (papier) dan cengkeh seharga Rp500.

Dengan bahan baku tersebut maka bisa dibuat sejumlah 24 buah rokok tingwe. Tentu ini sangat ekonomis bila dibandingkan dengan rokok kretek atau filter yang dijual bungkusan. Dengan begitu harga rokok menjadi lebih murah. Dan orang merokok pun bisa tetap menikmati rokoknnya tanpa terganggu dengan harga rokok yang semakin mahal dan melambung tinggi. kebijakan pemerintah.

Foto oleh : Eko Susanto