Pajak ganda bebani rokok indonesia

rokok indonesia
rokok indonesia

Pemerintahan Presiden Joko Widodo belum menunjukkan keberpihakannya pada industri nasional. Buktinya, pengenaan pajak ganda dan cukai yang tinggi terhadap Industri Hasil Tembakau masih belum ada tanda-tanda direvisi. Padahal industri ini menopang kehidupan jutaan penduduk dan membanguun ekonomi di daerah-daerah.

“Ada kesalahpahaman dari pemerintah dan sebagian masyarakat dalam memandang tembakau, dalam hal ini industri kretek,” ujar Neta S Pane, salah satu tokoh yang menggugat pemberlakuan Undang-undang (UU) Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), sebagaimana dikutip jppn.com.

Neta kembali mengingatkan, penerapan pajak ganda dalam UU PDRD terhadap industri tembakau, juga sangat tidak tepat. Pasalnya, tembakau itu bukan kategori barang mewah. Efek kebijakan itu tentu saja rakyat dirugikan karena harus membayar pajak dua kali.

Dampaknya, industri kretek di daerah sudah pasti akan makin tergerus. “Ini sangat mengherankan, tembakau selalu saja dimusuhi. Akhirnya rokok luar bebas masuk,” tegas Neta.

Harusnya pemerintah Jokowi melindungi tembakau dan menjadikan kretek punya daya saing tinggi seperti Kuba yang memperlakukan cerutu secara istimewa. Atau Prancis memperlakukan bisnis minuman anggur.

Foto: Eko Susanto