orang merokok

Pemerintah Diminta Tak Menaikan Cukai Rokok Tahun Depan

Rencana Pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang berencana meningkatkan sumber pendapatan negara melalui pajak untuk menutup defisit APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) membuat sejumlah stakholeder Industri Hasil Tembakau (IHT) khawatir.

cukai rokok

Alasannya, pendapatan pajak dan cukai dari sektor IHT kerap dipacu agar meningkatkan pendapatan negara. Setiap tahunnya, di sektor ini mengalami kenaikan tarif cukai, dan ditambahkan pula PDRB (Pajak Daerah dan Retribusi Daerah), serta pajak lainnya. Khusus cukai saja, kenaikan yang ditetapkan oleh pemerintah tahun lalu rerata mencapai 15%.

Pungutan pajak dan cukai rokok yang diberlakukan oleh pemerintah kepada IHT yang setiap tahunnya mengalami kenaikan memberikan beban berlebih kepada industri ini. Bila kenaikan pajak dan cukai terjadi lagi di tahun mendatang, maka dikhawatirkan justru berdampak negatif terhadap industri yang dianggap sebagai cerminan sokoguru perekonomian nasional ini. Sebab, dari hulu hingga hilir IHT mengandalkan sumber daya dari dalam negeri.

rokok

Dengan kenaikan cukai tahun lalu dan ditambah PDRB membuat perkiraan produksi rokok nasional turun mencapai 2,3 persen pada 2017. Bila terjadi kenaikan cukai lagi pada tahun mendatang perkiraan penurunan yang lebih drastis lagi di industri ini.

Semestinya, pemerintah tidak hanya melihat penerimaan negara dari kontribusi rokok kepada APBN, tetapi juga peran industri ini dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Di mana industri rokok nasional mengurangi beban negara dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat.

rokok

Bila kenaikan cukai dilakukan secara terus-menerus dengan hanya mempertimbangkan pendapatan melalui APBN, tanpa melihat pendapatan dan lapangan pekerjaan yang tercipta, bisa jadi pemerintah justru mendatangkan bencana lain. Di satu sisi, negara dibantu secara lebih dari segi penerimaan melalui APBN, tetapi sekaligus mendapatkan beban baru yakni membuka lapangan pekerjaan dari dampak PHK (pemutusan hubungan kerja) yang diakibatkan ambruknya rokok dalam negeri.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto