orang merokok

Pentingnya Industri Sigaret Kretek Tangan untuk Ekonomi Kecil Menengah

Zaman terus berjalan, selera masyarakat terhadap produk terus berganti dan berubah. Dulu di era 1990-an, produk sigaret kretek tangan (SKT) mendapat tempat di masyarakat Indonesia. Namun perlahan, seiring dengan semakin majunya industri, produksi kretek tangan semakin menurun, ia digantikan oleh kretek mesin.

Sigaret Kretek Mesin (SKM) punya rasa yang hampir sama dengan kretek tangan, sebab ia memang dibuat dengan racikan yang hampir sama dengan kretek tangan.

rokok klobot

Inovasi produksi pun terus berkembang, hingga kemudian muncullah produk sigaret kretek mesin low tar dan low nicotine. Produk segmen ini antara lain adalah kretek-kretek mild seperti A Mild, LA Mild, dan sebangsanya. Kandungan tar dan nikotin pada rokok-rokok mild ini memang cenderung rendah.

rokok

Munculnya produk tersebut tentu saja bukan tanpa sebab. Hal tersebut didasarkan pada analisa hasil penjualan produk sigaret kretek. Dari tahun 2000-an jumlah konsumen penikmat SKT terus menurun, beralih ke produk SKM. Untuk itu Industri sigaret kretek menyasar konsumen muda (di atas 18 tahun) untuk membeli produknya. Dan itulah yang membuat rokok-rokok mild yang dianggap lebih enteng semakin laris, utamanya untuk para perokok muda.

rokok

Rokok-rokok mild ketika diperkenalkan ke pasar di Indonesia pada tahun 1990-an langsung mendapatkan tempat tersendiri bagi kalangan perokok. Hal ini dapat dilihat dari keberhasilan produk A-Mild yang sudah menembus penjualan sebanyak 9,8 miliar batang, atau 4,59% total penjualan rokok nasional di tahun 1996. 

Bahkan di tahun 2005, rokok jenis SKM mild sudah mengambil porsi 16,97% dari total pangsa pasar rokok nasional.

rokok

Di tengah banyaknya produk-produk kretek mesin dengan segala variannya, industri kretek tangan masih bertahan walau dengan tertatih-tatih. Padahal industri inilah yang cukup banyak menyerap tenaga kerja langsung utamanya sebagai tenaga pelinting.

Industri rokok kretek tangan ini umumnya memang dijalankan oleh perusahaan rokok menengah ke bawah. Dulu jumlahnya sangat banyak, namun seiring berjalannya waktu, jumlahnya terus menurun.

Entah akan sampai berapa lama industri kretek tangan masih bisa terus bertahan, namun yang jelas, kretek tangan akan selalu punya tempat tersendiri bagi para penikmatnya.

Category : Kabar