Perbedaan Tembakau Impor & Tembakau ‘Importan’

Kedua istilah ini sama-sama digunakan oleh petani tembakau, terlebih di daerah-daerah penghasil tembakau terbaik dan berharga mahal seperti Temanggung, Jember, juga Paiton. Tapi kedua istilah ini rupanya mempunyai pengertian yang jauh berbeda. Nah, berikut ini kami coba rangkumkan keduanya.

Tembakau Impor

Tembakau impor biasanya merujuk kepada tembakau yang didatangkan dari luar negeri untuk memenuhi bahan baku rokok kretek di Indonesia. Karakteristik khusus dari rokok kretek adalah kekayaan bahan baku pembuatannya yang memadukan lebih dari 8 jenis tembakau agar mendapatkan rasa terbaik. Bahan baku tembakau impor ini merupakan jenis tembakau yang tidak bisa ditanam di Indonesia, seperti tembakau dengan karakter oriental terbaik dihasilkan dari perkebunan tembakau di Bulgaria, Yunani, Kirgizstan, Lebanon, Macedonia, Serbia, dan Turki.

tembakau

Daerah di Indonesia yang mempunyai hasil tembakau dengan karakter menyerupai oriental adalah Madura, utamanya di daerah pesisir. Tapi ujicoba yang dilakukan bertahun-tahun di sana belum bisa menyamai karakter rasa tembakau oriental dari daerah asalnya.

tembakau virginia

Upaya untuk mengurangi tembakau impor tersebut yang sedikit berhasil adalah penanaman tembakau jenis virginia di daerah Lombok dan Bojonegoro. Secara kualitas tembakau virginia dari dua daerah tersebut masih di bawah tembakau dari Virginia, namun cukup efektif mengurangi jumlah impor tembakau. Tapi persoalannya, kebutuhan tembakau jenis ini semakin meningkat belakangan karena tren pasar yang menghendaki lebih banyak rokok yang ringan seperti jenis mild.

rokok mld

Tembakau Importan

Tembakau jenis ini disebut bermacam-macam oleh petani tembakau. Di Temanggung ada sebagian petani menyebut ‘tembakau impor’ atau ‘tembakau importan’. Tembakau jenis ini biasanya didatangkan dari luar daerah untuk dijual di daerah perkebunan tembakau yang kualitasnya bagus.

tembakau temanggung

Ya, cara seperti ini marak dilakukan oleh oknum-oknum pedagang tembakau. Daerah Temanggung menjadi salah satu yang marak dimasuki ‘tembakau importan’. Harga tembakau yang tinggi di daerah ini kerap menjadi sasaran pemalsuan tembakau. Dengan begitu, harga tembakau yang tadinya tak seberapa itu menjadi meningkat bahkan berlipat ganda.

tembakau

Yang terjadi dengan maraknya tembakau importan ini adalah serapan tembakau petani di Temanggung menjadi menurun. Terlebih kuota pembelian pabrik telah ditentukan sebelum masa tanam. Para “importir tembakau” ini bertindak culas, membuat harga tembakau jatuh, serapan tembakau di daerahnya berkurang, dan menghalangi rezeki petani tembakau lain yang bekerja secara jujur.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto