tingwe

Perlawanan Dengan Selinting Tingwe

Tidak ada demokrasi di Indonesia. Kalimat barusan adalah pembuka dari sebuah deklarasi politik oleh Partai Rakyat Demokratik. Mereka, menyatakan di bawah rezim Orde Baru, nyatanya memang tidak ada demokrasi mengingat segala kebijakan diambil semena-mena oleh negara. Hal yang kiranya tak terlalu berbeda ketika berkaitan dengan persoalan rokok di Indonesia.

Kenaikan tarif cukai yang tingginya keterlaluan untuk tahun 2020 ini juga menunjukkan betapa negara sama sekali tidak mau mendengar suara rakyatnya. Mereka, hanya memikirkan kepentingan kas dibalut dengan dalih kesehatan, sementara mematikan nasib sebagian rakyat lainnya. Kalau memang begini keadaannya, cuma perlawanan yang bisa kita lakukan. Dengan apa? Dengan Tingwe tentu saja.

Ya, seperti yang sudah-sudah, memilih untuk sebats dari lintingan sendiri adalah perlawanan paling nyata yang bisa kita berikan pada negara. Dengan mengonsumsi tingwe, ada beberapa sikap yang bisa kita tunjukkan pada pemerintah. Ya meski mungkin tidak akan dianggap pada awalnya, jika gerakan perlawanan ini menjadi masif ya bakal berdampak juga.

Dengan tingwe, setidaknya kita menunjukkan bahwa semahal apa pun harga rokok kita bisa tetap sebats. Walau harus sedikit repot, kita pada akhirnya tetap bisa menikmati hal yang kita suka. Terlebih, pernyataan anti rokok tentang menurunnya jumlah perokok kalau harga rokok naik tinggi tidak dapat terbukti.

Kemudian, dengan sebats dari lintingan sendiri, kita juga menunjukkan pada negara bahwa mantap-mantap dengan sebats bisa dilakukan tanpa harus memberikan pemasukan pada negara. Karena cukai memang hanya diperuntukkan pada produk hasil industri, sementara membeli tembakau iris di pasar atau langsung dari petani bukanlah bentuk produk hasil industri.

Artinya, di posisi ini, kita bisa memberikan perlawanan paling nyata terhadap negara. Ketika negara menaikkan tarif cukai setinggi mungkin agar pendapatan negara bertambah, kita menolak memberikan pemasukan dengan tingwe yang tidak bercukai. “Rasakan, negara. Kalian butuh uang cukai, saya tak bakal berikan.”

Lagipula, dengan membeli tembakau iris, apalagi langsung dari petani (atau setidaknya beli di toko yang melakukan itu), kita turut membantu perekonomian para petani walau masih dalam upaya terkecil. Toh yang paling penting dari tingwe adalah kita masih bisa sebats dengan harga yang terjangkau dan murah. Urusan perlawanan sih, perkara ideologis saja. Toh kalaupun nggak merasa begitu, secara tidak langsung bala tingwe tetap melawan.

Category : Artikel
Tags :