rokok

Pram Pun Pernah Berjualan Rokok

Pramoedya Ananta Toer, sastrawan terbesar yang pernah dimiliki negeri ini. Dia seorang perokok berat, silakan Googling gambar PAT, dan Anda akan temukan beberapa posenya yang sedang menghisap rokok kretek. Rokok telah menjadi bagian dari hidupnya. Di antara bunyi mesin ketik, dan asap rokok banyak karya-karya hebatnya tercipta.

Namun, tahukah Anda bahwa Pram pernah berjualan rokok? Hal tersebut dituliskan Pram dalam kata pengantarnya untuk buku Kretek – The Culture and Heritage of Indonesia Clove Cigaretes (Mark Hanusz). Pengalaman pram itu terjadi saat Pram masih remaja, ia dan saudaranya menjajakan rokok kretek di sebuah kios kecil yang terletak di kawasan pasar malam.

Ketika itu Pram masih berusia 14 tahun, dan punya sedikit masalah ekonomi keluarga dalam melanjutkan pendidikan. Dia pun sadar, bila ingin melanjutkan pendidikan, maka ia harus menghasilkan uang. Menjual rokok kretek, merupakan bagian dari usahanya untuk menghasilkan uang dan kelak melanjutkan sekolah. Hasilnya, di usia 15 tahun (hanya setahun setelah berjualan), Pram remaja mampu melanjutkan sekolah ke Surabaya, dari hasil membuka kios rokok.

Pram melukiskan tentang kios rokok-nya tersebut, “kios kami menjadi terkenal ketika itu, pada suatu waktu semua rokok kretek kami terjual hanya dalam waktu dua jam.”

Rokok
Rokok